Hongkong Tetap Lanjutkan Pembahasan RUU Ekstradisi

Aksi demo warga Hongkong terkait rancangan undang-undang (RUU) mengenai ekstradisi ke China | Foto: Daily Wire

JoSS, HONGKONG – Meski didemo jutaan warganya, pemimpin Hongkong yang pro-Beijing, Carrie Lam, memastikan bahwa pemerintahannya tidak akan membatalkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) mengenai ekstradisi ke China.

Carrie menuturkan RUU ekstradisi tersebut merupakan hukum yang sangat penting untuk penegakan keadilan dan kepastian hukum bagi kejahatan lintas batas dan trans nasional.

“Ini adalah hukum yang sangat penting yang akan membantu penegakan keadilan dan memastikan Hong Kong memenuhi kewajiban internasional terkait kejahatan lintas batas dan transnasional,” ujar Carrie sebagaimana dikutip AFP, Senin (10/6).

Saat ini, Hongkong memang tengah menggodok aturan yang memungkinkan proses ekstradisi ke manapun, termasuk China.

Proposal aturan ini menyulut amarah warga setempat karena khawatir akan sistem pengadilan China yang kerap bias dan dipolitisasi. Amarah publik memuncak hingga jutaan warga menggelar unjuk rasa besar-besaran yang berujung ricuh pada Minggu (9/6).

Baca juga: Jutaan Warga Hongkong Demo Tolak RUU Ekstradisi

Sepanjang malam, mereka meneriakkan yel-yel anti-China dan mendesak agar Carrie membatalkan RUU itu, kemudian mengundurkan diri.

Pihak koordinator demonstrasi menyatakan bahwa aksi ini merupakan unjuk rasa terbesar sejak 1997, ketika warga setempat menolak penyerahan Hongkong ke China.

Meski sudah didesak ratusan ribu orang, Lam kembali memastikan bahwa RUU itu akan terus ditindaklanjuti dan bakal dibahas lagi dalam rapat parlemen pada Rabu (12/6). “RUU itu akan masuk ke tahap pembahasan kedua pada 12 Juni,” ucap Lam.

Lam membantah bahwa ia mengabaikan amarah warga. Ia justru memastikan bahwa pemerintahannya akan menggodok RUU itu sedemikian rupa agar kebebasan Hong Kong dari China tetap terlindungi, juga sesuai dengan standar internasional.

“Saya dan tim saya tak pernah mengabaikan pandangan mengenai hukum yang sangat penting ini. Kami terus mendengarkan dan mendengarkan dengan seksama,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*