Arus Balik, Penumpang Bus Trans Jawa Dijemput Di Mana?

Ilustrasi | Foto: nakita.id-grid.id

JoSS, JAKARTA – Penumpang bus Trans Jawa pada arus balik Lebaran 2019 tak perlu khawatir terkait keberangkatan bus dengan trayek Tol Surabaya-Jakarta tersebut. Pemerintah telah menyiapkan armada penghubung yang akan menjemput calon penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan meski tanpa shalter, bus Trans Jawa tetap akan mengangkut penumpang dari Jawa Tengah pada masa arus balik Lebaran 2019. Penumpang dari Jawa Tengah akan dijemput oleh pihak operator bus menggunakan armada penghubung.

“Akan dijemput pakai feeder (penghubung) karena bus tidak bisa keluar dari jalan tol,” ujar Budi Setiyadi, seperti dikutip dari Tempo.com.

Budi Setiyadi mengatakan bus Trans Jawa akan berangkat dari Terminal Purabaya, Surabaya, dengan tujuan akhir Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. Di tengah perjalanan, bus bakal berhenti dua hingga tiga kali. Di antaranya di Rest Area KM 398 B Ungaran dan 519 B Solo. Bus juga dimungkinkan berhenti di Tegal.

Tempat pemberhentian bus adalah rest-rest area yang berada di tepi ruas tol. Kala armada berhenti, penumpang dari kota-kota sekitar rest area yang telah diangkut menggunakan armada penghubung dapat naik ke bus Trans Jawa.

Baca juga: Arus Balik di Tol Trans Jawa Diberlakukan Satu Arah Mulai 7 Juni

Warga yang ingin membeli tiket bus Trans Jawa dapat menyambangi gerai-gerai agen perusahaan otobus di terminal. Adapun bus Trans Jawa yang beroperasi saat ini dijalankan oleh delapan operator.

Tujuh di antaranya merupakan operator swasta, meliputi PT Rosalia Indah, PT Harapan Jaya, PT Sinar Jaya, PT Lorena, PT Kramat Djati, PT Gunung Harta, dan PT Pahala Kencana. Sedangkan satu lainnya perusahaan pelat merah Perusahaan Umum Damri.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Pehubungan Ahmad Yani menjelaskan ada 36 armada bus yang kini telah beroperasi. “Sebanyak 18 bus dari Jalarta ke Surabaya, lalu 18 lainnya Surabaya ke Jakarta,” ucapnya.

Yani mengakui Kementerian Perhubungan belum mempersiapkan shalter. Ia mengatakan shalter bus Trans Jawa di jalan tol anyar baru akan didesain dan kelar pada 2020.

“Kendalanya kami belum dapat lahannya,” ujarnya. Shalter bus bakal didesain minimalis, namun tetap memudahkan jangkauan penumpang ke pintu-pintu keluar gerbang jalan tol. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*