Tradisi ‘Bajong Banyu’ Cara Unik Sambut Ramadhan

JoSS, MAGELANG – Masyarakat Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, punya tradisi untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan. Tradisi tersebut adalah Bajong Banyu, di mana masyarakat saling lempar air di hamparan tanah lapang dusun setempat.

Prosesi Bajong Banyu diawali dengan pengambilan air oleh tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat di Sendang Dawung yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi acara. Selanjutnya air dari dalam gentong itu digunakan untuk membasuh muka warga satu per satu, dan dituangkan oleh sesepuh dusun.

Setelah membasuh muka, warga saling melempar air yang sudah disiapkan di dalam sejumlah kantong plastik. Mulai dari anak, dewasa, hingga orang tua, semua terlibat dalam kemeriahan lempar air tersebut. Selain lempar air, dalam rangkaian Bajong Banyu tersebut, juga dipentaskan sejumlah kesenian tradisional.

Koordinator kegiatan itu, Gepeng Nugroho mengatakan, tradisi tersebut mengandung makna membersihkan diri sebelum menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Baca juga: Tradisi Gebyuran Kampung Bustaman, Begini Maknanya

“Kegiatan ini wujud dari budaya di kampung kami menjelang Bulan Ramadhan kita adakan acara perang air ‘Bajong Banyu’, dengan prosesi yang sudah dilakukan sebelumnya mulai dari pengambilan air, kemudian saling membasuh muka masing-masing, kemudian diakhiri dengan saling melempar air antarwarga,” kata Gepeng, seperti yang dilansir dari Antara, Kamis (2/5).

Ia mengatakan makna kegiatan itu, ketika masyarakat saling menyerang, saling membasahi dengan anggota masyarakat yang lain, tetapi justru mereka bergembira.

“Mereka justru saling memberikan dorongan satu sama lain untuk berbasah-basahan,” terangnya.

Menurut dia, hal itu seharusnya menginspirasi dalam dinamika berinteraksi sosial masyarakat.

Persoalan di masyarakat, kata dia, pasti ada, tetapi ketika pikiran positif masyarakat dalam berinteraksi sosial hal itu menjadikan mereka hidup rukun.

Salah seorang warga, Dawung, Nuryanto (27), mengaku senang mengikuti tradisi “Bajong Banyu”, meski pun harus berbasah-basah.

“Kami selalu mengikuti tradisi saling lempar air ini untuk menyambut Bulan Ramadhan,” katanya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*