
JoSS, TEMANGGUNG – Petani tembakau di Kabupaten Tembakau diimbau Dinas Pertanian Ketahanan Pangan untuk menanam tembakau varietas kemloko. Alasannya, tembakau varietas kemloko cocok ditanam di kawasan lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu.
“Selain itu, varietas tembakau tersebut memang dibutuhkan pihak pabrikan,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Untung Prabowo, seperti yang dilansir dari Antara, Selasa (7/5).
Untung menambahkan, bahwa ada enam jenis tembakau varietas kemloko, yakni kemloko 1, kemloko 2, kemloko 3, kemudian termasuk varietas baru meliputi kemloko 4, kemloko 5, dan kemloko 6. Menurut dia, untuk varietas terbaru kemloko 4, kemloko 5, dan kemloko 6 secara umum belum dimasyarakatkan. Tetapi beberapa kelompok sudah mulai menanam varietas tersebut.
“Sebagian petani sudah menanam tembakau varietas baru, namun belum maksimal karena dalam dua tahun ini masih dalam proses evaluasi walau pun varietas baru itu sudah dilepas pada 2017. Paling tidak nunggu dua tahun ini baru nanti bisa dimaksimalkan di masyarakat,” terangnya.
Berdasarkan informasi dari petani, tambahnya, pertumbuhan tanaman tembakau varietas kemloko 4, kemloko 5, dan kemloko 6 cukup bagus. Menurut Untung, kemloko 4, 5 dan 6 memiliki kelebihan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kelebihan itu, antara lain postur dan performanya lebih besar, daun lebih panjang lebar bulat, batang lebih kuat.
Baca juga: Persoalan Tembakau di Temanggung Rugikan Berbagai Pihak
Selain itu, tahan terhadap tiga penyakit yang biasa menyerang tanaman tembakau, yaitu penyakit nematoda, bakteri, dan jamur yang sering membuat daun layu. Dilihat dari sisi produksi, katanya bisa menghasilkan lebih banyak karena daun bisa tumbuh hingga 26 helai sedangkan varietas di bawahnya hanya 20 helai daun.
Menyinggung luas tanaman tembakau tahun ini, dia menuturkan mengacu pada tahun-tahun yang lalu, kurang lebih 16.500 hektare.
“Namun, hingga awal Mei ini kami belum memiliki data luas tanaman tembakau yang pasti,” katanya.
Ia mengatakan sebagian besar petani sudah menanam tembakau, terutama di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Perahu, kecuali di Kecamatan Selopampang dan Tembarak.
Selain itu, katanya di lahan persawahan juga belum ditanam tembakau karena umur tanaman tembakau di lahan sawah lebih pendek daripada di lereng gunung sehingga menanamnya paling akhir. (nug/lna)

Leave a Reply