JoSS, SEMARANG – Proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemulihan Umum (KPU) Jateng, Sabtu (11/5) molor satu hari dari yang dijadwalkan. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 16.825.511 suara atau 77,29% di provinsi ini,
Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengakui jika rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara ini mundur satu hari dari jadwal semula yakni 6-10 Mei 2019. Pasangan petahana unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga yang memperoleh 4.944.447 suara atau 22,71%.
“Sebenarnya proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu sudah bisa diselesaikan pada Jumat malam atau Sabtu dini hari, namun banyak saksi yang menginginkan proses ditunda untuk istirahat dan dilanjutkan pagi harinya,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (11/5).
Menurut dia, mundurnya proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara hingga satu hari ini tidak menyalahi aturan.
“Aturan dari KPU RI itu rekapitulasi di tingkat provinsi sampai 12 Mei, kita hari ini sudah selesai. Artinya tidak mengganggu tahapan yang ada di atas,” ujarnya.
Yulianto menjelaskan bahwa tahapan setelah rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara setelah ini adalah pembacaan seluruh perolehan suara untuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif provinsi dan pusat serta DPD.
Baca juga: PDIP Unggul dalam Situng Real Count Pileg Jatim
“Untuk penandatanganan dokumen, kita perkirakan nanti malam dan dihadiri Forkopimda Jateng, setelah itu baru kita kirim ke KPU RI,” katanya.
Terkait dengan adanya sejumlah koreksi dan aksi unjuk rasa selama proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara, Yulianto menganggap hal itu sebagai dinamika politik di era pemilu demokratis
“Suara Joko Widodo unggul dari hasil perolehan rekapitulasi perhitungan suara seluruh 35 kabupaten/kota. Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah layak masih disebut kandang banteng,” kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto saat di kantor KPU Jateng, Sabtu (11/5).
Dia menyebut keberadaan posko BPN Prabowo-Sandi di Jawa Tengah ini membuat pasangan Paslon 01 tidak patah semangat. Justru dengan keberadaan menambah semangat kader untuk berusaha bergerak melakukan pemenangan.
“Jadi dengan adanya posko yang dibangun di beberapa titik di Jateng ada semangat melawan dan merapatkan barisan,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply