
JoSS, JOGJA – Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) mulai Senin (6/5) besok akan melayaninya penerbangan komersial perdana.
Project Manajer Pembangunan (PMP) BIY PT Angkasa Pura I, Taochid Purnomo Hadi mengatakan pesawat yang bakal terbang adalah Citilink dengan tipe pesawat Airbus A 320. Pesawat tersebut akan melayani rute Halim Perdanakusuma (HLP) – BIY.
“Ini penerbangan pertama. Tiket perjalanan sudah dijual di situs perjalanan daring. Menteri BUMN, jajaran kementerian BUMN, dan jajaran Angkasa Pura akan menjadi penumpang penerbangan tersebut,” katanya, seperti dirilis Harianjogja.com.
Baca juga: Citilink, Pesawat Komersial Pertama yang Mendarat di BIY
Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri BUMN direncanakan mendarat di BIY pada Sabtu (4/5) ini. “Nanti keliling di BIY sebentar sebelum bertolak ke UNY lewat darat,” katanya.
Menurut dia, operasional YIA sudah siap 100% untuk penerbangan komersial. Adapun pembangunan bandara secara keseluruhan sudah 43% selesai dari yang direncanakan.
Sebelumnya, Citilink melakukan proving flight atau uji terbang pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (CGK) – BIY pada Kamis (2/5). Citilink dengan pesawat Airbus A320-214 dan nomor penerbangan QG3361 sukses mendarat di landas pacu (runway) 11 BIY pada pukul 12.03 WIB yang bertolak dari CGK. Kemudian pesawat sukses lepas landas kembali ke CGK pada pukul 13.40 WIB.
“Kesuksesan proving flight ini merupakan milestone dari pembangunan BIY. Ini untuk membuktikan kesiapan infrastruktur yang mendukung keselamatan dan keamanan pengoperasian penerbangan komersial,” kata Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa dalam siaran persnya.
Setelah proving flight, Citilink akan mengoperasikan rute penerbangan komersial ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) sebanyak tiga kali sepekan dimulai Senin (6/5) mendatang. Setelahnya, penerbangan komersial akan dilakukan oleh Batik Air pada 15 Mei 2019 dengan tujuan Samarinda, Palangkaraya, dan Cengkareng. (Wiek/lna)

Leave a Reply