[widget id="text-5"]

Mudik Gratis Sepeda Motor Dinilai Tekan Angka Kecelakaan

JoSS, SEMARANG – Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan Program Mudik Gratis Sepeda Motor merupakan salah satu cara untuk mecegah kecelakaan lalu lintas. Hal itu terlihat dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas pengendara sepeda motor saat mudik Lebaran.

Berdasarkan data Korlantas Polri, kecelakaan semasa mudik masih didominasi sepeda motor. Tahun 2017 tercatat 2.731 kecelakaan sepeda motor. Sementara, pada tahun 2018 jumlahnya menurun menjadi 1.666 kecelakaan.

Menurut Djoko, program yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun badan usaha ini cukup efektif karena mendorong pengemudi memanfaatkan kapal laut dan kereta api.

Alhasil pengemudi tidak perlu berkendara berjam-jam di jalan raya yang pada akhirnya menimbulkan kelelahan. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat semakin ditekan.

“Salah satu cara mencegah kecelakaan lalu lintas adalah dengan memanfaatkan Program Mudik Gratis Sepeda Motor. Penurunan angka kecelakaan itu, seiring dengan bertambahnya kuota mudik gratis sepeda motor,” jelasnya ” Kata Djoko dalam keterangan tertulisnya Senin (27/5).

Baca juga: Motor Pemudik Gratis bakal Diparkir di Rooftop Terminal Tirtonadi Solo

Djoko memperkirakan pemudik sepeda motor tahun 2019 meningkat 10,7 persen dibanding tahun lalu. Dari 6,1 juta unit pada mudik 2018 menjadi 6,8 juta unit pada 2019.

Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan, untuk wilayah Jabodetabek saja akan ada 942.621 orang menggunakan sepeda motor untuk mudik.

Sebagian besar diprediksi merupakan perantau dari daerah yang ingin menjadi pengemudi ojek online (ojol). Djoko mengutip data Korlantas Polri yang menyatakan, kecelakaan semasa mudik masih didominasi sepeda motor

“Meningkatnya jumlah pemudik sepeda motor tahun ini diperkirakan banyak orang luar Jakarta yang merantau ke Jakarta untuk menjadi pengemudi ojek dari beberapa waktu terakhir ini, ” ungkapnya.

Dikatakannya, program mudik motor gratis menggunakan kapal laut perlu disosialisasikan, sehingga lebih menarik untuk masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak kecelakaan lalu lintas dapat dicegah.

“Semakin banyak pemudik sepeda motor menggunakan mudik gratis, semakin banyak pula kecelakaan dapat dicegah,” ucap Djoko. Kendati demikian, Djoko mengatakan bahwa saat ini masyarakat masih lebih meminati moda truk dan kereta api.

Padahal, katanya, ada juga mudik melalui kapal laut. Hal ini terlihat dari banyaknya kapasitas yang kosong pada kapal laut yang digunakan selama mudik 2018 lalu. Beberapa kekhawatirannya bisa jadi berkaitan dengan aspek keselamatan.

Namun, Djoko mengatakan bahwa hal itu pastinya dapat segera diatasi pemerintah. Ia menyarankan agar pemudik motor yang ke Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur memanfaatkan kapal laut. Bila tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, pemudik dapat melanjutkan perjalanan bisa lebih pendek dan waktu istirahat bisa lebih lama.

“Minat mudik gratis menggunakan kapal laut lebih rendah ketimbang mudik gratis sepeda motor dengan KA dan truk,” pungkas Djoko. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]