
JoSS, PANGANDARAN – Warga Kabupaten Pangandaran Jawa Barat resah dengan kawanan kera dari Cagar Alam Pangandaran yang mencuri makanan hingga merusak rumah warga. Warga berharap adanya komitmen dari pengelola cagar alam untuk dapat menyelesaikan kasus ini.
Pjs Kepala Desa Pangandaran, Sarino menjelaskan, pihaknya menerima aspirasi warga yang resah karena sering diganggu oleh kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) milik Cagar Alam Pangandaran. Aspirasi warga, kata Sarino, telah disampaikan ke DPRD Kabupaten Pangandaran untuk mendapat mediasi.
“Sebelumnya sudah sempat audiensi, tapi belum ada solusi, warga menagih komitmen dari pengelola (Cagar Alam) untuk menyelesaikan kasus ini,” ujar Sarino, seperti yang dilansir dari detiknews, Kamis (30/5).
Kepala Resor Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Pangandaran Uking Iskandar membenarkan adanya keluhan warga. Beberapa laporan yang diterima, lanjut Uking, di antaranya bahwa kawan kera dari Cagar Alam kerap masuk rumah warga di sekitar Cagar Alam.
Baca juga: Lima Bangunan Bersejarah di Cimahi Masuk Cagar Budaya
“Jadi sering kalau lihat pintu (rumah) terbuka dia masuk, terus ke dapur cari kulkas dan ngambil makanan-minuman,” ujarnya.
Selain itu, tambah Uking, kawanan kera juga dilaporkan beberapa kali merusak rumah warga. Seperti menjatuhkan genting-genting rumah. Laporan serupa, ia menuturkan, juga disampaikan para pedagang yang sering dagangannya dicuri kawanan kera.
“Saya sempat lihat sendiri dan menghitung, ada 11 kera yang saat itu terlihat mendatangi rumah warga,” ujar Uking.
Kawanan kera yang kerap mendatangi rumah warga, menurut Uking berasal dari ‘kelompok parkiran’ atau kera yang biasa berkumpul di sekitar kawasan parkir Cagar Alam. Di Cagar Alam, menurut Uking, terdapat tujuh kelompok kera, dengan jumlah masing-masing 29 hingga 57 ekor.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, Endang Hidayat menyampaikan, pihaknya telah menerima aspirasi warga dan tengah mendorong adanya penyelesaian masalah tersebut. Tak hanya kera, menurut Endang, warga pun mengeluhkan soal rusa-rusa Cagar Alam yang kerap mengganggu warga. Endang berharap, kementrian lingkungan hidup juga turun tangan menyelesaikan persoalan ini. (nug/lna)

Leave a Reply