Jenazah Mahasiswa UTY Ditemukan 2 Mil Dari TKP

Mahasiswa UTY
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, GUNUNGKIDUL – Gusti Muhammad Firdaus (19), salah satu diantara tiga mahasiswa Universitas Yogyakarta (UTY) yang hilang setelah sebelumnya tenggelam usai terseret ombak Pantai Sanglen, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul ditemukan.

Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) asal Magetan, Jatim, itu ditemukan 2 mil dari TKP dalam kondisi meninggal dunia.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan jenazah Gusti ditemukan Sabtu (5/4) sekitar jam 06.00 pagi.

Saat itu Tim SAR tengah melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu jukung di sekitar TKP.

“Korban yang hilang kemarin (Gusti) sudah berhasil ditemukan, korban ditemukan di perairan pantai Drini tepatnya 2 mil (sekitar 3 KM) dari TKP,” ujarnya saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Sabtu (4/5) pagi.

“Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” imbuh Surisdiyanto.

Baca juga: Temuan Makanan Mengandung Zat Berbahaya Di Jogja Tinggi

Lanjutnya, setelah berhasil dievakuasi jenazah korban selanjutnya mahasiswa asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan tersebut dibawa ke pos SAR di Pantai Baron sembari menunggu pihak keluarga korban.

Lebih lanjut, dengan ditemukannya Gusti, total korban meninggal akibat laka laut kemarin Jumat (3/5) berjumlah 2 orang, yakni Erik Nurfauzi (19) dan Gusti Muhammad Firdaus (19). Sedangkan korban selamat bernama Rizqi Khoirun Nasir (20).

Sebelumnya, sebanyak 3 mahasiswa UTY tenggelam usai terseret ombak pantai Sanglen, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. kejadian bermula saat rombongan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) tengah bermalam di Pantai Sanglen, Kamis (2/5).

Keesokan harinya, mereka bermain air di pantai tersebut. Mereka tergulung ombak besar lalu tenggelam.

Pihak kampus memastikan ketiganya berada di pantai itu bukan dalam rangka kegiatan kampus.

“Jadi bukan agenda kampus, itu padusan anak-anak istilahnya kayak gitu. Anak-anak tadi malam ke sana, bukan agenda kami,” jelas Rokhmat.

Sebelum ini, kata Rokhmat, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari SAR Baron bahwa tiga mahasiswa Teknik Industri angkatan 2018 itu terseret ombak di Pantai Sanglen. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*