Indonesia Negara Pertama yang Mendapatkan Bebas Visa Uzbekistan

JoSS, JAKARTA – Duta Besar Republik Uzbekistan untuk Indonesia, Ulugbek Rozukulov mengatakan Indonesia merupakan negara pertama yang mendapatkan bebas visa. Hal tersebut langsung berdampak terhadap kunjungan wisatawan kedua negara tumbuh dua kali lipat pada 2018.

Hal itu ditandai dengan pembukaan penerbangan langsung Jakarta- Taskhent, Kamis (2/5) malam. Pemerintah Uzbekistan berharap penerbangan langsung Jakarta-Taskhent bisa semakin meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Uzbekistan.

“Hari ini, dengan dibukanya penerbangan langsung semakin membuka kesempatan untuk meningkatkan sektor pariwisata dan bisnis bagi kedua negara,” kata Rozukulov, Kamis (2/5) Seperti dikutip dari Bisnis.com.

Dia menambahkan, kedua negara memiliki banyak kesamaan dalam bidang ekonomi, aspek sosial, dan budaya. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dari pemerintah Indonesia yang sudah mendukung terwujudnya penerbangan langsung tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak dari pemerintah Indonesia yang sudah mendukung terwujudnya penerbangan langsung tersebut. Indonesia dan Uzbekistan memiliki kesamaan dibidang ekonomi, sosial dan kebudayaan,” ujarnya.

Baca juga: RI Minta PMI di Sektor Kelautan Korsel Dapat Perlindungan

Seperti diketahui, pesawat komersial milik maskapai Uzbekistan Airways telah melakukan pendaratan perdana di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (2/5) setelah menjalani rute penerbangan Tashkent-Jakarta selama sekitar 11 jam.

Ulugbek menuturkan pesawat membawa sekitar 50 penumpang, yang mayoritas adalah warga Uzbekistan, baik kalangan pebisnis maupun mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Hal tersebut menandai dibukanya rute penerbangan langsung antara kedua negara. Pesawat yang digunakan untuk melayani rute sebanyak dua kali per pekan tersebut adalah Boeing 787 Dreamliner.

Dia menambahkan dengan adanya penerbangan langsung Jakarta – Tashkent ke depan diharapkan kedua negara akan lebih sering berkunjung.

“Dengan adanya penerbangan yang menghubungkan langsung antara Jakarta dan Tashkent, ke depan akan lebih banyak lagi masyarakat di kedua negara untuk saling berkunjung, baik untuk keperluan bisnis, sosial maupun budaya,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*