Duterte Diprediksi Makin Kuat Di Pemilu Paruh Waktu

duterte
Posisi politik Presiden Filipina Rodrigo Duterte diprediksi makin kuat dalam pemilu paruh waktu yang diselenggarakan negara itu Minggu (12/5). Hal itu

JoSS, FILIPINA – Posisi politik Presiden Filipina Rodrigo Duterte diprediksi makin kuat dalam pemilu paruh waktu yang diselenggarakan negara itu Minggu (12/5). Hal itu sekaligus membuka jalan baginya untuk memenuhi janjinya mengembalikan hukuman mati selain mengamendemen konstitusi.

Duterte merupakan salah satu pemimpin negara yang sering mendapat kecaman internasional karena pernyataannya yang kontroversial. Akan tetapi, kondisi itu membuatnya tetap sangat populer di kalangan orang-orang Filipina yang muak dengan pelanggaran hukum dan perilaku buruk para politisi.

Dia ingin mengembalikan hukuman masti bagi tindak kejahatan yang terkait narkoba. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari tindakan keras terhadap pemberantasan dan peredaran narkotika yag telah membuat ribuan tersangka dan penjahat narkoba terbunuh.

Program antikejahatan yang diberlaukannya juga meliputi penurunan batas usia anak untuk dapat dipidana dari 15 tahun menjadi 12 tahun. Sikap tegasnya itu menjadi kunci dalam kemenangannya pada pemilihan umum tahun 2016.

Lebih dari 18.000 kursi dipertaruhkan ketika pemilu yang diikuti oleh 61 juta pemilih dimulai kemarin pagi, termasuk untuk setengah dari kursi di Senat Majelis Tinggi seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (13/5).

Akan tetapi bagi Duterte kunci kemenangannya adalah merebut kendali dari Senat yang berpikiran independen sambil menjaga Dewan Perwakilan Rakyat di tangan sekutunya. Secara historis, 24 senator negara yang memiiki masa jabatan selama enam tahun, memiliki reputasi lebih mandiri daripada Majelis Rendah.

Baca juga: Duterte Ingin Ubah Nama Negara Filipina Karena Ini

Memenangkan mayoritas Senat, sesuatu yang menurut survei nasional independen dapat dicapai, akan memberinya dukungan legislatif untuk program anti-kejahatan dan rencananya untuk mengamendemen konstitusi. Sebelumnya, pada Hari Buruh 1 Mei lalu, ribuan warga Filipina turun ke jalan  membawa patung Presiden Filipina Rodrigo Duterte sebagai bentuk ketidakpuasan pada kebijakan ekonomi yang dikeluarkannya.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Ketua Demonstran tersebut Alex Legaspi mengatakan pihaknya akan terus menunduk pemerintah untuk memberikan upah dan kesejahteraan yang layak pada semua pekerja, khusunya guru.

Kepolisian Filipina melaporkan ada sekitar 8.200 orang yang mengikuti demonstrasi tersebut. Kepolisian menilai demonstrasi nasional tersebut berlangsung secara damai dan tertib. Seperti diketahui, perekonomian Filipina secara konsisten tumbuh di atas 6% setiap tahun. Namun demikian, 26,5 juta warga Filipina hidup dalam level kemiskinan dalam.

Para demonstran geram atas kegagalan pemerintah dalam melarang pemilik perusahaan dalam menyalahgunakan kontrak kerja jangka pendek. Pasalnya, Presiden Duterte berjanji akan menerapkan peraturan yang lebih ketat terkait perjanjian kerja pada kampanye pemilu presiden 2016. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*