
JoSS, JOGJA – Pengembangan kawasan terpadu Stasiun Tugu Jogja akan didesain sesuai dengan rekomendasi UNESCO. Pengembangan kawasan heritage tersebut diharapkan selesai hingga tiga tahun ke depan.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan saat ini Tim pengembang kawasan tersebut terus menyelesaikan desain serta konsep yang akan digunakan sambil terus berkomunikasi dengan Dinas Kebudayaan agar sesuai dengan koridor pengembangan kawasan heritage.
Baca juga: Chiang Mai Thailand dan Jogja Berkomitmen Tingkatkan Kerjasama di Bidang Kebudayaan
“Jadi itu didesain juga agar tidak meninggalkan kawasan heritage. Rekomendasi dari UNESCO belum turun. Tim pengembang terus berkomunikasi dengan Disbud agar nantinya jika tim dari UNESCO datang tidak banyak desain yang berubah,” katanya seperti dikutip Harianjogja.com.
Haryadi mengatakan progres rencana pengembangan kawasan terpadu Stasiun Tugu sudah dilaporkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Di kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan terintegrasi di mana selain kereta bandara, di kawasan tersebut juga akan dibangun museum, kawasan hunian dan kompleks komersial.
“Total luas tanah yang akan dikembangkan 8.000 meter persegi atau 8 hektare. Adapun luas total bangunan di kawasan itu menjadi 135.000 meter persegi atau 13,5 hektare bangunannya. Ya antara 3-4 lantai,” katanya.
Lokasinya di sisi Barat Stasiun Tugu, sekitar 300 meter ke arah barat dan dari teteg parkir stasiun ke Utara sekitar 150 meter. Penataan akan dilakukan di lokasi tersebut. Lokasi yang dipilih merupakan kawasan pergudangan.
“Total dana yang akan digunakan untuk penataan dan pengembangan kawasan tersebut kurang lebih Rp850 miliar. Komposisi pendanaan 30 persen PT KAI dan 70 persen PT Hutama Karya melalui kredit sindikasi,” katanya.
Haryadi menambahkan, pemerintah baik Pemda DIY maupun Pemkot Jogja sedang menyiapkan kawasan heritage tersebut.
Dijelaskan Haryadi, pengembangan kawasan heritage memiliki dua tantangan. Pertama soal jumlah penduduk yang erat kaitannya dengan aktivitas di lokasi yang akan dikembangkan, dan kedua terkait masalah investasi. Heritage yang dimaksud lebih pada aksesoris bangunan, identitas bangunan dan sebagainya. (Wiek/lna)

Leave a Reply