Cegah Perut Begah Usai Buka Puasa, Begini Caranya

Perut begah
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, BOGOR – Perut begah saat puasa itu diakibatkan oleh salah dalam memilih makanan juga minuman berbuka puasa. Begah yang dirasakan itu akibat dari reaksi lambung karena “protes” terhadap kita yang salah memasukan makanan dan minuman ke lambung.

Mengenai hal tersebut, pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Made Astawan,mengatakan buka puasa jangan diawali dengan makanan berat, seperti nasi dan lauk-pauk, tak terkecuali mie, dan makanan dari terigu, gandum, dan sebagainya. Sebab, makanan berat sulit dicerna tubuh.

Makanan berat untuk berbuka puasa bukannya memulihkan energi, malah membuat perut begah dan kembali tidak berenergi.

Seperti yang kita tahu, puasa membuat gula darah tubuh anjlok drastis. Ini membuat fungsi otak menurun sementara. “Glukosanya jadi bahan bakar supaya fungsi otak pulih dan normal kembali,” ujarnya.

Singkatnya, saat berbuka, minum air putih, konsumsilah makanan minuman manis, kurma baik sekali, seperti yang dicontohkan Rosul, nabi Muhammad SAW.

Barulah 30 menit paska buka puasa, kita boleh menyantap makanan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi beserta lauk pauknya.

Baca juga: Jaga Kesehatan Kulit Selama Puasa Ramadan

Lalu, supaya energi yang dihasilkan paska buka puasa terjaga, Prof Made menyarankan untuk menyelipkan makanan dengan glikemiks indeks rendah. Ini kebalikan dengan saat buka puasa itu sendiri.

Berbuka puasa memang butuh makanan dengan glikemiks indeks tinggi yang bisa meningkatkan gula darah secara cepat.

Glikemiks indeks (GI) merupakan angka pada makanan yang berkabohidrat berdasarkan kenaikan gula darah sesaat setelah kita mengonsumsi makanan itu. Rentang nilainya 0-100.

“Semua buah-buahan dan kacang-kacangan utuh dianjurkan. Kecuali semangka yang tingkat GI-nya tinggi, di kisaran 70. Lalu, kedelai itu bagus soalnya angka GI rendah cuma 15,” katanya, seperti dikutip Kompas.com.

Makanan dikatakan GI rendah jika ada di angka kurang dari 55, sedangkat tingkat GI menengah pada angka 55-69. Terakhir, tingkat GI tinggi pada angka lebih dari 70. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*