Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Terpaksa Mengungsi

mengungsi
Banjir di Kabupaten Mojokerto mengganggu mobilitas warga | Foto: berita jatim

JoSS, MOJOKERTO – Banjir yang tak kunjung surut di Kabupaten Mojokerto, akhirnya memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tercatat ratusan rumah warga terendam banjir akibat luapan Sungai Gunting.

Luapan Sungai Gunting mengakibatkan banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. Hingga sore ini, rata-rata ketinggian air selutut orang dewasa masih merendam Dusun Bekucuk dan Tempuran di desa tersebut.

Banjir yang tak kunjung surut memaksa sebagian warga mengungsi. Para lansia dan anak-anak diangkut menggunakan perahu karet. Mereka mengungsi ke rumah saudara masing-masing. Tak hanya itu, warga juga menyelamatkan hewan ternak mereka ke tempat lebih tinggi.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M Zaini mengatakan, banjir yang merendam Desa Tempuran akibat meluapnya Sungai Gunting. Kini ketinggian banjir di jalan-jalan kampung 85-95 cm. Sedangkan di rumah-rumah penduduk, banjir sudah setinggi 55-65 cm.

“Di Dusun Tempuran ada 42 KK atau 158 jiwa terdampak banjir. Kalau di Dusun Bekucuk 234 KK atau 932 jiwa,” kata Zaini, seperti yang dilansir dari detiknews.com, Sabtu (4/5).

Baca juga: Rawan Bencana Sejumlah Daerah di Banjarnegara Diujicobakan Elwasi

Bersama Dinas Sosial, tambah Zaini, pihaknya telah membuat dapur umum di Desa Tempuran. Dapur umum ini untuk memasok kebutuhan makanan warga terdampak banjir. Bantuan air bersih juga telah dikucurkan.

“Kami juga sedang membentuk posko tanggap darurat dan lokasi pengungsian,” terangnya.

Perlu diketahui, banjir masih merendam dua desa di Kabupaten Mojokerto, telah melumpuhkan fasilitas pendidikan selain merendam permukiman.

Lumpuhnya fasilitas pendidikan ini terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. Yaitu SDN Tempuran dan TK Tempuran. Kedua sekolah ini letaknya berdekatan di wilayah Dusun Tempuran.

Banjir yang masuk ke ruang-ruang kelas setinggi betis orang dewasa. Kegiatan belajar mengajar di kedua sekolah tersebut terpaksa diliburkan.

Kepala SDN Tempuran, Amin berharap banjir yang menggenangi Desa Tempuran segera surut. Sehingga para siswa sudah bisa beraktivitas seperti biasanya.(nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*