
JoSS, SOLO – Tokoh wayang Bimasena hiasi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jebres, Solo. Ornamen wayang raksasa itu terlihat indah menghiasi bagian tiang penyangga JPO yang dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi, Solo.
Penambahan ornamen wayang pada JPO di Jalan Kolonel Sutarto, Jebres, dilakukan untuk menambah kesan Solo sebagai kota yang sarat budaya. Penampakan kemegahan JPO Jebres tersebut menuai respons positif dari warganet.
Salah satu foto karya seorang jurnalis di Solo, Nicolous Irawan, yang menampilkan keindahan JPO berhiaskan ornamen wayang, sempat viral di media sosial. Sejumlah pengelola akun Instagram yang memuat informasi seputar Kota Solo membagikan foto JPO di kawasan Jebres.
“Wuiiii, calon JPO buat nyebrang sambil foto-foto. Sudah lewat sini gaes?” tulis @jelajahsolo, yang membagikan ulang unggahan @eventsolo, seperti yang dilansir dari solopos.com, Rabu (10/4).
Unggahan akun @jelajahsolo itu sempat mengundang banyak komentar dari warganet.
Akun instagram, @shantyshine menilai, pemandangannya cukup bagus di malam hari. “Kalau malam pas lampunya hidup bagus banget. Siap-siap pemburu fotoinstagramable,” terang @shantyshine.
Baca juga: Masyarakat Kota Solo Berharap Bioskop Grand 21 Dibuka Lagi
Bahkan akun instagram @anjarphandoto.ig berharap tidak ada warga yang selfie sambil nyerempet bahaya di JPO itu. “Semoga enggak ada yang selfie sambil bergelantungan di jembatan. Apa lagi pasang hammok di bawah jembatan,” imbuh @anjarphandoto.ig.
Tidak ketinggalan akun instagram @andri_utama_smg berharap tidak ada yang melakukan aksi vandalisme di JPO itu. “Semoga tidak ada yang corat-coret pakaipylox di bangunan milik publik,” lanjut @andri_utama_smg.
Sebelumnya, JPO di depan RSUD dr. Moewardi itu sedang dalam proses penyelesaian sambil menunggu pemasangan lift. JPO yang dikonsep ramah lingkungan (Eco-JPO) itu nantinya dilengkapi 117 untuk menunjang estetika.
Lampu yang dipasang di Eco-JPO Solo meliputi 61 lampu di setiap anak tangga, 40 lampu di kanopi, 11 lampu di bawah JPO utama, dan enam lampur di atas atap JPO utama. Pancar sinar berwarna warm dipilih agar cahaya 117 lampu tidak mengganggu pengendara yang melintas.
Guna mengantisipasi tangan jahil tidak bertanggung jawab, lampu yang dipasang akan dilindungi dengan braket. Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan lampu dicuri. (nug/lna)

Leave a Reply