Tenggelam Di Kawasan Brown Canyon, Faris Ditemukan Meninggal Dunia

JoSS, SEMARANG – Tim Gabungan Penyelam akhirnya menemukan jenazah Faris. Bocah 12 tahun warga Tentrem, Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak ini tewas tenggelam di kawasan wisata Brown Canyon, Rowosari pada Minggu (28/4).

Diketahuai, korban bersama dua orang temannya Elang (12) dan Noval (11) bermain di sekitar lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (28/4). Mereka akhirnya terpeleset ke tengah dengan kedalaman sekitar 3 meter. Elang dan Noval selamat namun Faris tenggelam.

Kanit Reskrim Polsek Tembalang AKP Hariono mengatakan korban Faris ditemukan setelah tim gabungan melakukan penyelaman di kedalaman 3 meter pada bekas galian C yang tergenang air tersebut.

“Ditemukannmeninggal dunia setelah tim gabungan melakukan penyelaman di kedalaman 3 meter di bekas galian C,” ungkap Hariono seperti dikutip dari RMOL Jateng, Senin (29/4).

Hariono menambahkan, dalam waktu dekat akan memanggil pemilik lahan yang menyebabkan adanya korban jiwa.

Baca juga: Lima Petugas Pemilu di Grobogan Meninggal Dunia

“Akan kita panggil secepatnya, karena lokasi itu sangat rawan. Dan bisa saja peristiwa serupa akan terjadi lagi,” pungkasnya.

Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan ketiga anak itu berenang di pinggir kubangan, namun mereka terpeleset menuju tengah kubangan yang dalam. Elang dan Noval selamat namun Faris tenggelam.

“Lha yang satu berusaha nolong, sambil berenang diseret kepinggir. Tapi yang bisa tertolong cuma satu yang satunya tenggelam,” kata Agus.

Pencarian dilakukan sejak Minggu (28/4) sore hingga malam. Namun pencarian sempat terkendala hujan lebat yang mengguyur.

“Lokasinya itu banyak bebatuan dan modelnya berpalung. Jadi ada yang dalam, ada yang tidak,” ujar seorang penyelam dari Unit Kegiatan Selam 387 Universitas Diponegoro, Ramadhan.

Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran hingga menyelam. Kedalaman kubangan diperkirakan mencapai 8 meter dan airnya keruh. Sementara itu petugas PMI juga bersiaga di lokasi.

Proses pencarian terus dilakukan oleh Tim Sar Gabungan dari Basarnas, PMI, Kepolisian, dan relawan. Empat penyelam dikerahkan untuk menyisir keberadaan korban. Hujan yang turun di lokasi kejadian turut menghambat pencarian. Akses ke lokasi juga menjadi terhambat.

“Kondisi di dasar kubangan banyak bebatuan dan lumpur. Kedalaman sekitar lima lebih,” ungkap satu di antara penyelem dari Unit Kegiatan Selam (Uksa) Universitas Diponegoro, Muhammad Ramadhan.

Proses pencarian korban dihentikan pukul 20.00 dan kembali dilanjutkan Senin (29/4) pukul 07.00 WIB. (wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*