Semarang Catatkan Rekor Tahu Gimbal Terbanyak

JoSS, SEMARANG – Penyajian 472 tahu gimbal, kudapan khas Kota Semarang sajian tak kurang 50 chef dan 50 siswa SMK memecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Koordinator sekaligus head chef pemecahan rekor penyajian tahu gimbal terbanyak, Handy Sapta Putra, mengatakan dalam pembuatan tahu gimbal bukan mengalami kesulitan. Pasalnya, ada 50 chef profesional yang terjun langsung untuk memasak.

Baca juga: Gubernur Buka Festival Pinggir Kali, 472 Tahu Gimbal Sajian 30 Chef

Dia menambahkan untuk membuat 472 porsi tahu gimbal, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 600 tahu, 600 lontong, 600 gimbal udang, 50 kg telur, 10 kg taoge, 10 kg kol, 3 kg bawang merah, 3 kg slederi, 20 kg sambel kacang, 10 liter kecap manis, 2 kg asam jawa, dan 2 kg bawang putih.

“Memang cukup banyak komponen untuk membuat tahu gimbal. Namun di balik banyaknya komponen itu akan tercipta rasa makanan yang gurih, sedap, dan bercitarasa tinggi,” papar Handy, Sabtu (27/4) seperti dirilis Solopos.com.

Menurut Handy, dalam membuat tahu gimbal yang paling penting adalah saat menggoreng kacang. Dalam membuat bumbu kacang tidak boleh terlalu matang.

“Kuncinya ya itu saat menggoreng kacang tidak boleh terlalu matang. Kalau matang nanti saat diblender kacang akan jadi pahit dan merusak cita rasa dari tahu gimbal tersebut,” jelasnya.

Senior Manager Muri Sri Widayati menambahkan pemberian rekor tahu gimbal terbanyak kali ini sekaligus menyambut hari ulang tahun ke-472 Kota Semarang.

Sebelumnya, Kota Semarang juga pernah memecahkan rekor untuk penyajian lumpia terbanyak. Selain lumpia, Semarang juga tercatat pernah membuat tumpeng tertinggi pada saat hari ulang tahun BUMN.

“Pemberian rekor tahu gimbal terbanyak sangat pas dengan ulang tahun ke-472 Kota Semarang. Nanti piagam akan kami serahkan langsung ke pemerintah provinsi untuk menerimanya,” kata Sri.

Pemecahan rekor Muri tahu gimbal terbanyak ini bersamaan dengan digelarnya Food Truck Festival 2019: Kuliner Pinggir Kaliyang digelar di Taman Pleret, kawasan Sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat-Minggu (26-28/4). (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*