Sambut Ramadan, Warga Ngaliyan Semarang Lakukan Tradisi Nyadran

JoSS, SEMARANG – Menyambut bulan suci Ramadan, warga Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang menggelar acara Nyadran di Rumah Pendopo Joglo Jl Wismasari Raya 5 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Sabtu (20/4).

Ketua Panitia, Suwondo Kusumo menjelaskan selain menyambut datangnya Bulan Ramadan, acara ini juga untuk melestarikan tradisi nyadran yang sejak turun temurun dilakukan masyarakat Jawa Tengah.

“Tradisi Nyadran Bersama di makam Giriliyo ini sejak tahun 1972 sempat berhenti dan kali ini mulai dilakukan lagi. Perbedaannya dulu makam Giriliyo masih diisi sedikit namun sekarang terdiri dari 15 RW, mulai dari penduduk asli maupun pendatang,” imbuhnya seperti dirilis Tribunjateng.com.

Diketahui bahwa Nyadran adalah suatu rangkaian budaya berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga, dan doa serta selamatan.

Suwondo berharap tradisi ini bisa diselenggarakan rutin setiap tahun dan para generasi muda bisa terus menjaganya.

Baca juga: Dampak Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Tubuh

“Filosofi nyadran adalah introspeksi dari kita semua yang masih hidup untuk menghormati lelulur sebelum menghadapi bulan puasa. Generasi muda biar tahu bahwa nyadran itu ada dan hal baik seperti ini semestinya terus dilakukan,” ujarnya.

Acara diikuti oleh sekitar 300 orang merupakan warga di lima belas Rukun Warga di Kecamatan Ngaliyan. Masing-masing RW membawa sebuah tumpeng untuk dilombakan lalu diarak menuju makam Giriliyo, Kota Semarang.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri belasan tumpeng tersebut diarak dari Rumah Pendopo Joglo menuju Makam Giriliyo yang berjarak sekitar 200 meter. Dentuman musik rebana mengiringi langkah rombongan sepanjang perjalanan.

Sesampainya di makam Giriliyo acara dilanjutkan dengan tausiah yang dibawakan oleh Ustad Drs H Supandi. Acara ditutup dengan kegiatan makan tumpeng bersama dilanjutkan ziarah para peserta ke makam leluhur keluarga masing-masing.

Lurah Ngaliyan, Nur Kholis yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa tradisi seperti ini diharapkan bisa terus dilestarikan dari tahun ke tahun. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*