Rukma Setyabudi Ajak Milenial Jadi Pemilih Cerdas

Rukma Setyabudi
Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi | Foto: twitter @dprdjatengprov

JoSS, MAGELANG – Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, mengajak para milenial menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab dalam Pemilu 2019. Ajakan Rukma dilandasi fakta bahwa sekitar 40% dari total pemilih adalah kaum milenial. Dengan begitu, peran kaum milenial menjadi sangat strategis dalam menentukan bangsa ke depan.

“Menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab merupakan wujud partisipasi yang signifikan. Pemilih cerdas artinya memutuskan pilihannya berdasarkan hasil pengamatan, analisa dan pertimbangan yang mendalam. Sementara predikat bertangung jawab diraih pemiulih yang mempertimbangkan pilihannya berdasarkan norma dan hukum serta hati nuraninya,” kata Rukma Setyabudi saat Diskusi Publik Parlemen Milenial yang digelar di Caffe New Kebon Tebu Magelang, baru-baru ini. Selain Rumka, Ketua Program Doktor Ilmu Sosial Fisip Undip, Yuwanto dan Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Achmad Rofii, juga tampil sebagai narasumber.

Menurut dia, selain sebagai pemilih, kaum milenial juga didorong untuk menjadi garda depan dalam mengemban tanggung jawab agar proses demokrasi yang sudah disepakati bisa berlangsung aman, damai, jujur dan adil agar bisa hasilnya terpilih pemimpin dan para wakil rakyat yang amanah.

Apalagi, kata pimpinan legislatif Jawa Tengah ini, untuk Jawa Tengah menjadi barometer politik nasional. Pilihannya hanya Jateng aman dan kondusif atau sangat aman dan sangat kondusif. “Tidak ada pilihan lain,” tegas dia.

Sementara itu selaku akademisi, Yuwanto, mengungkapkan bahwa Pemilu merupakan bagian dari mekanisme demokrasi dalam memilih kepemimpinan nasional, daerah maupun perwakilan di legislatif. Para pendiri bangsa dengan sangat bijaksana memilih sistem demokrasi, bukan krasi-krasi yang lain sebagai sumber pemberian kewenangan pemerintah. Demokrasi juga ditetapkan sebagai cara untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Deklarasi Pemilu Damai, Rukma Tekankan Sinergitas Antarlembaga
Diskusi Publik Parlemen Milenial yang digelar di Caffe New Kebon Tebu Magelang bersama Ketua Program Doktor Ilmu Sosial Fisip Undip, Yuwanto dan Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Achmad Rofii | Foto: ist

Dalam konteks ini, dilakukanlah demokrasi electoral sebagai alat untuk memilih pemimpin yang disepakati. Demokrasi electoral yang menjadi mekanisme dari rakyat untuk menyalurkan aspirasi dalam memilih kepemimpinan dan perwakilannya, memiliki manfaat dan kepentingan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau ini dipahami, maka partisipasi dalam Pemilu menjadi penting. Bukan saja dilihat sebagai hak, tapi juga kewajiban moral kita,” kata Yuwanto dalam diskusi yang tema besarnya adalah “Penguatan Sistem dan Implementasi Politik Pemerintah: Peningkatan Etika Budaya Politik Dalam Kerangka Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Negara Bagi Pemuda”.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Ahmad Rofii, menegaskan kaum milenial harus lebih mahir dalam mengejawantahkan etika budaya politik karena referensi dan sumber pengetahuan sekarang ini sangat banyak dan mudah sekali diakses. Kaum milenial, kata Rofii,  perannya sangat signifikan, sekarang apalagi di masa mendatang saat mereka menjadi pemimpin-pemimpin nasional.

Sudah banyak kaum muda yang sudah mencapai keberhasilan secara cepat, terutama dalam bidang kewirausahaan dan akademik. Di bidang politik juga sudah banyak bermunculan kaum muda yang berada dalam posisi penting. “Dengan pemahaman etika budaya politik yang kuat, dalam bermasyarakat dan berkegiatan di semua bidang, dipastikan karakter akan menjadi lebih kuat dan baik,” tukasnya. (wid/ADV)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*