
JoSS, CALIFORNIA – Rapper Nipsey Hussle telah tiada. Penyanyi berusia 33 tahun ini menjadi korban kejahatan jalanan (vandalisme) dalam penembakan pada Minggu (31/3) sore waktu setempat. Hussle ditembak beberapa kali di depan toko pakaian di Los Angeles, California.
Dirilis dari LA Times, Hussle termasuk dalam tiga orang yang menjadi korban tembak di hari itu. Bahkan Hussle sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Pihak kepolisian saat ini sedang memburu pelaku.
Saksi mata sempat melihat seorang pria melarikan diri dengan menggunakan kendaraan sesaat setelah penembakan. Pada laman yang sama, Hussle memang tidak pernah menyembunyikan kehidupan masa lalunya yang dekat dengan geng jalanan.
Bahkan dia sempat mengibaratkan kehidupan remajanya seperti suasana di medan perang. LA Times merilis, pada 2018 lalu, Hussle juga menjelaskan jika warga di lingkungannya sudah terbiasa melihat orang terbunuh.
“Mungkin itu yang disebut stres pascatrauma, ketika orang yang sudah terlalu lama dalam suasana perang. Saya rasa itu yang diderita LA karena sebenarnya situasi itu tidak normal tetapi kita lama-lama menerimanya,” tutur Hussle.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, cuitan di media sosial Twitter miliknya pun menjadi senada dengan kisah remajanya. Hussle menuliskan kicauan yang menyinggung tentang musuh.
Pria yang juga lahir di California ini menuliskan jika musuh kuat adalah keberkahan. Selain menjadi musisi, Hussle juga dikenal sebagai sosok aktivis sosial di lingkungannya. Dia mendirikan sebuah co-working space bernama Vector 90.
Baca juga: Dibuly, Nicki Minaj Batalkan Manggung Di Acara Milik BET
Tempat itu dirancang untuk menggugah perhatian atas kurangnya keberagaman di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Di bidang musik, Hussle pernah mendapatkan nominasi Best Rap Album di Grammy Award 2019 untuk albumnya Victory Lap.
Ia juga pernah bekerja sama dengan musisi-musisi hip hop papan atas seperti Drake, Childish Gambino, 50 Cent, Kendrick Lamar, Snoop Dog, Ne-Yo, dan lain-lain. Nispsey Hussle yang bernama lengkap Airmiess Joseph Asghedom yang lahir pada 15 Agustus 1985 ini diduga korban perang antar geng.
Nipsey Hussle terkenal dengan rangkaian mix tape sejenis albus seperti Bullets Ain’t Got No Name series, The Marathon, The Marathon Continues and Crenshaw. Setelah lama ditunda akhirnya albumnya rilis pada Februari 2018 dan mendapatkan banyak pujian.
Ia dinominasikan dalam Best Rap Album pada Grammy Award 2019 ke 61. Nipsey Hussle tewas di luar tokonya “Marathon Clothing” di Selatan Los Angeles. (Wiek/lna)

Leave a Reply