
JoSS, PURWOKERTO – Sebanyak 78 mahasiswa semester 6 jurusan Hubungan International (HI) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto batal ke Bangkok, Thailand untuk melaksanakan kuliah kerja lapangan (KKL) setelah tertipu agen travel, Senin (8/4).
Karena merasa telah dirugikan ratusan juta, pihak kepala jurusan HI Muhammad Yamin beserta ketua panitia dari mahasiswa melaporkan kejadian tersebut kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banyumas, pada Selasa (9/4).
Kronologinya berawal ketika presentasi Mercare Travel Jakarta memikat para mahasiswa dengan penawaran yang lebih murah.
Alasan dari para mahasiswa adalah karena harga dan penawaran dari travel yang sangat kompetitif.
“Kita tahu sendiri namanya mahasiswa dengan uang terbatas, pasti mikirnya ya paling murah,” ujar Muhammad Yamin Kepala Jurusan Hubungan International Unsoed kepada Tribunjateng.com, Rabu (10/4).
Baca juga: Duh, Selama 20 Tahun Pilot Ini Terbangkan Pesawat Dengan Surat Ijin Palsu
Para mahasiswa di rencanakan menggunakan pesawat Air Asia pulang pergi. Keberangkatan dari Jakarta dijadwalkan pada Senin (8/4) pukul 07.10 WIB dengan kode penerbangan QZ 250.
Ketika hari H keberangkatan para mahasiswa diperintahkan berkumpul di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pukul 04.00 WIB.
“Kita baru sadar telah tertipu adalah satu jam sebelum keberangkatan. Sampai satu jam tersebut biro tidak ada. Akhirnya para mahasiswa mengecek CS Air Asia, dan ternyata tidak menemukan nama kami di manifes penumpang pesawat Air Asia QZ 250 hari itu,” ungkap M Yamin.
Pelaku penipuan dari pihak Mercare Travel Jakarta sendiri sudah dapat ditangkap.
Polisi menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan penipuan puluhan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman ( Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah yang batal kuliah kerja lapangan (KKL) di Thailand.
“Direktur Biro Perjalanan Mercare Indonesia berinisial APN (24) sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Dia yang bertanggungjawab. Kita sudah periksa saksi dan korban,” kata Kasat Reskrim Polres Banyumas, AKP Agung Yudiawan di Purwokerto, Kamis (11/4).
Agung menjelaskan tersangka gagal memberangkatkan mahasiswa dan dosen ke Thailand karena perusahaannya sedang terbelit masalah keuangan.
Seluruh peserta KKL telah diberi pasport, namun hanya 9 orang yang namanya terdaftar dalam manifest penumpang pesawat.
“Dia ngakunya baru sekali ini (melakukan penipuan), masih kita kembangkan terus. Katanya uangnya masih ada, tapi belum kita cek. Menurutnya ada permasalahan ketika pemesanan tiket. Kita juga belum menelusuri legalitas perusahaan tersebut,” ujar Agung. (Wiek/lna)

Leave a Reply