
JoSS, AFRIKA SELATAN – Seorang pilot Afrika Selatan baru diketahui telah menerbangkan pesawat penumpang dengan surat ijin palsu, setelah bekerja selama 20 tahun bekerja sebagai pilot untuk South African Airways (SAA).
Selanjutnya karena perbuatannya pilot tersebut ditahan pada Senin (11/2) atas tuduhan menerbangkan pesawat penumpang dengan surat izin palsu. Sang pilot harus mempertanggungjawabkan perbuatannya selama puluhan tahun yang dapat membahayakan keselamatan penumpang.
Dikutip dari SNNIndonesia, AFP melaporkan bahwa pilot bernama William Chandler tersebut dibawa ke kepolisian setelah dipaksa mengundurkan diri karena menerbangkan pesawat tanpa izin yang layak.
Juru bicara kepolisian Afrika Selatan Vishnu Naidoo mengatakan pihak pengacara William Chandler telah menyerahkan yang bersangkutan kepada polisi, dan siap menghadapi tuntutan hukum di persidangan.
Baca juga: Giliran RI Larang Maskapai Nasional Terbangkan Boeing 737-8 MAX
“Pengacaranya menyerahkan dia [ke kepolisian] pagi ini,” ujar juru bicara kepolisian Afrika Selatan, Vishnu Naidoo.
Naidoo mengatakan bahwa Chandler didakwa dengan tuduhan pemalsuan dan diperintahkan untuk menghadiri persidangan pada 15 Mei mendatang. Dia menambahkan hukuman yang menantinya cukup berat karena ini menyangkut keselamatan jiwa manusia.
SAA menyatakan bahwa Chandler sebelumnya mengklaim memiliki Izin Pilot Pesawat Transportasi, yaitu sebuah dokumen izin yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat penumpang besar dengan kapasitas penumpang mencapai ratusan.
Namun dari hasil pemeriksaan tersebut, ternyata Chandler hanya memiliki izin pilot komersial yang hanya memperbolehkannya menerbangkan pesawat kecil.
Hingga kini, SAA tak mengungkap berapa lama Chandler bekerja dengan izin palsu tersebut, jenis pesawat yang digunakan, dan jumlah penumpangnya. Namun, menurut laporan media lokal, Chandler sudah bekerja di SAA sejak 1994, yang artinya dia telah bekerja pada maskapai tersebut selama puluhan tahun.
Chandler sudah berada di bawah pengawasan SAA sejak November lalu, ketika pesawat yang ia bawa menuju Jerman mengalami turbulensi parah hingga harus melakukan manuver berbahaya.
Saat itu, para awak kabin lantas dilarang terbang dan diwajibkan mengikuti proses evaluasi. Saat itulah fakta mengenai izin palsu tersebut terungkap.
Hal ini tentunya menjadi masukan untuk pemangku kebijakan dalam dunia penerbangan untuk terus memeriksa kelayakan dan kesiapan pilot dan kru dalam menerbangkan pesawat sesuai standar keselamatan yang berlaku. (lna)

Leave a Reply