JoSS, AMERIKA SERIKAT – Hasil investigasi terperinci yang disusun Penyelidik Khusus Robert Mueller merilis tidak cukup bukti keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS pada 2016. Namun, para penyidik menemukan beberapa tindakan oleh Trump yang bertujuan mempengaruhi proses penegakkan hukum.
Dirilisnya hasil investigasi tersebut, menekan popularitas Presiden AS Donald Trump turun 3 persen dalam approval rating terbaru menyusul terbitnya laporan investigasi intervensi Rusia pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2016.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters dan Ipsos, sebanyak 37% orang dewasa di AS menyukai kinerja pemerintah Trump. Angka ini turun dari 40% dalam survei serupa yang dilaksanakan pada Senin (15/4).
Dilansir dari Reuters, Sabtu (20/4), setelah laporan investigasi terperinci yang disusun Penyelidik Khusus Robert Mueller terkait keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS pada 2016, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Trump terus turun. Dalam laporan itu, Mueller menyebutkan adanya upaya Trump untuk campur tangan dan menghalangi proses penyelidikan tersebut.
Dalam laporan setebal 448 halaman itu, disampaikan bahwa investigasi ini tidak menemukan cukup bukti campur tangan Rusia dalam Pilpres 2016. Namun, para penyidik menemukan beberapa tindakan oleh Trump yang bertujuan mempengaruhi proses penegakkan hukum.
Meskipun pada akhirnya Mueller memutuskan untuk tidak menuntut Trump atas tindak kriminal, tapi penyelidikan ini juga tidak membebaskan sang presiden dari tuduhan apapun.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan secara daring di seluruh AS itu mengumpulkan 1.005 tanggapan masyarakat usia dewasa, termasuk 924 orang yang familiar dengan isi laporan Mueller. Dengan interval kredibilitas 4%, jajak pendapat ini menemukan bahwa 50 persen rakyat AS setuju bahwa Trump bekerja sama dengan Rusia dalam Pilpres 2016.
Baca juga: Kesulitan Tenaga, Amerika Bakal Gunakan Robot Petani
Kemudian, sebanyak 58% responden setuju bahwa Trump berusaha menghentikan penyelidikan terkait pengaruh Rusia pada pemerintahannya. Sebanyak 40% responden juga berpendapat bahwa Trump harus dilengserkan dari jabatannya, sedangkan 42% lainnya tidak setuju dengan rencana pemakzulan.
Respons jajak pendapat terpecah secara tajam antara kedua partai, di mana Demokrat jauh lebih kritis terhadap Trump daripada rekan-rekannya di Partai Republik.
Investigasi Mueller sebelumnya mendakwa 34 orang dan 3 entitas Rusia, memicu hukuman atau permohonan pengampunan dari beberapa rekan Trump termasuk mantan ketua kampanye Paul Manafort, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Michael Flynn, dan pengacara pribadi Trump terdahulu yakni Michael Cohen.
Sejauh ini, laporan tersebut tampaknya tidak cukup meyakinkan bagi banyak orang untuk mengubah pendapat mereka tentang perilaku presiden pada pelaksanaan kampanye Pilpres yang lalu.
Mayoritas responden menuturkan mereka sekarang lebih cenderung percaya bahwa Trump, atau seseorang yang dekat dengannya, melanggar hukum. (lna)

Leave a Reply