
JoSS, WASHINGTON DC – Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kirstjen Nielsen mengundurkan diri. Hal itu dilakukannya setelah pemerintah Amerika Serikat mempertanyakan kinerjanya terkait keimigrasian.
Seperti dilansir dari Reuters, informasi ini dibeberkan Presiden AS Donald Trump dalam akun Twitter pribadinya. Sementara itu jaringan televisi CBS News, menyebutkan alasan yang tidak jelas apakah pengunduran diri itu karena dipaksa atau sukarela.
Dalam tweet lain, Trump mengatakan Kevin McAleenan, komisaris Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS saat ini, akan menggantikan wanita tersebut. Nielsen, 46, telah memegang posisi tersebut sejak Desember 2017 sebagaimana dikutip Reuters, Senin (8/4).
Selama ini Nielsen bertanggung jawab untuk melaksanakan beberapa kebijakan Trump yang paling kontroversial termasuk soal tembok pembatas antara AS dan Meksiko dengan tujuan mengurangi masuknya imigran ke negara itu.
Nielsen berulang kali menjadi sasaran pertanyaan sulit oleh kalangan politisi Demokrat di Kongres terkait isu tersebut. Salah satu isu sensitif adalah pemisahan anak-anak imigran dari keluarga mereka. Trump menegaskan bahwa kedatangan imigran melintasi perbatasan selatan AS merupakan keadaan darurat nasional.
Baca juga: Theresa May Dianggap Gagal, Parlemen Ambil Alih Kontrol Brexit
Dia baru-baru ini mengancam akan menutup perbatasan, atau sebagian dari perbatasan itu, jika Kongres tidak mengubah undang-undang AS untuk memperbaiki apa yang disebutnya sebagai kelemahan. Trump bahkan menggunakan hak veto pertamanya untuk menentang parlemen yang tak menyetujui dana untuk tembok perbatasan AS dan Meksiko.
Trump menandatangani veto tersebut di Kantor Oval. Parlemen AS yang dikuasai demokrat memang sebelumnya menolak keras keinginan Trump meminta dana untuk pembangunan tembok perbatasan AS dengan Meksiko.
Pada Kamis, Partai Republik bergabung dengan Demokrat melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri kondisi darurat yang dibuat oleh Trump.
“Kongres memang memiliki kebebasan untuk melakukan ini dan saya juga memiliki kewajiban untuk melakukan veto. Kita semua tahu itu akan menjadi hak veto,” ujar Trump, belum lama ini.
Sebelumnya anggota parlemen menyebut apa yang dilakukan Trump terkait tembok perbatasan adalah hal yang sembrono dan cenderung asal-asalan. Namun Trump berkilah ia tidak akan menekan siapapun dengan hak veto ini.
Sebelumnya Trump memang mengumumkan negaranya dalam kondisi darurat nasional. Karena itu ia meminta dana sebesar US$ 5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan AS dengan Meksiko, namun parlemen menolak keinginan tersebut. Hanya US$ 1,4 miliar yang disetujui. (lna)

Leave a Reply