Pemkot Malang Akan Bangun Kampung Arema

JoSS, MALANG – Pemerintah kota (Pemkot) Malang akan bangun Kampung Arema. Kampung Arema adalah miniatur berbagai hal yang bersentuhan dengan wilayah Malang Raya, seperti pantai dan beragam kuliner khas Malang dalam satu area (lokasi).

Menurut Wali Kota Malang, Sutiaji, untuk mewujudkan destinasi wisata baru Kampung Arema, Pemkot Malang sudah menyiapkan lahan seluas 25 hektare di Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru.

“Sudah ada beberapa investor yang mengajukan penawaran pembangunan Kampung Arema ini,” kata Sutiaji, seperti yang dilansir dari MadiunPos.com, Selasa (9/4).

Akan tetapi, pihaknya harus mengkaji lebih dalam dan detail sebelum menentukan investor mana yang akan menggarap Kampung Arema tersebut.

Dia menambahkan, kearifan lokal dan hal apa pun yang menjadi ciri khas Malangan akan ditampilkan di Kampung Arema, tidak hanya Kota Malang, tapi juga potensi yang dimiliki Kabupaten Malang mau pun Kota Batu.

Selain miniatur pantai dan beragam kuliner khas Malang, baik berupa minuman mau pun makanan, Kampung Arema nanti juga akan menghadirkan miniatur rumah khas Malangan, bahkan bahasa untuk komunikasi di kawasan kampung itu nanti harus menggunakan bahasa walikan (terbalik).

Bahasa walikan tersebut, lanjut Sutiaji, menjadi ciri khas komunikasi warga Malang Raya. Selain itu, bahasa walikan yang digunakan dalam berkomunikasi itu nanti sekaligus mengenalkan salah satu identitas bahasa khas Malangan.

Baca juga: Pemkot Solo Akan Tata Ulang Koridor Angkutan Pengumpan BST

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, pembangunan Kampung Arema dimulai pada tahun 2020.

”Saat ini, kami masih perlu membuat kajian yang detail dengan para investor sebelum menyusun besaran anggaran yang dibutuhkan. Setelah dikaji, kemudian disusun penyusunan Detail Engineering Design (DED),” kata Ida Ayu.

Dia mengaku masih banyak yang harus dikaji untuk mewujudkan Kampung Arema tersebut.

“Pada intinya kami berharap Kampung Arema ini akan menjadi daya tarik utama para wisatawan untuk berkunjung ke Malang Raya,” ujarnya.

Menyinggung penentuan lokasi di kawasan Tasikmadu, Ida mengatakan, karena Tasikmadu masih banyak lahan kosong dan cukup luas. Apalagi, nanti ada jalan tol Malang-Pandaan (Mapan), pasti akan ada peningkatan volume kendaraan yang melalui jalur tersebut. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*