
JoSS, PONOROGO – Para petani di Ponorogo yang lahannya terendam banjir pertengahan Maret lalu, tak perlu khawatir. Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menjanjikan bantuan berupa benih dan pupuk kepada petani yang lahannya rusak akibat banjir.
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Harmanto, bantuan yang diberikan maksimal Rp 6 juta/hektare. Dia menuturkan bantuan itu diberikan dalam bentuk benih dan pupuk.
“Tetapi bukan dalam bentuk uang. Melainkan dalam bentuk benih dan pupuk,” kata Harmanto, seperti yang dilansir dari MadiunPos.com,Kamis (4/4).
Berdasarkan data Dinas Pertanian menyebutkan, banjir bandang kala itu merendam 1.700 hektare persawahan. 305 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen. Menurutnya, pihaknya tengah menyusun sejumlah persyaratan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Provinsi Jatim.
“Seperti daftar Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) serta syarat administrasi lainnya kepada Cadangan Benih Nasional (CBN). “Rencananya petani bakal dapat ganti rugi 25 kilogram benih per hektare,” imbuhnya.
Ditanya soal anggaran, Harmanto menjelaskan Pemkab Ponorogo menyediakan Rp1,8 miliar untuk para petani. Besaran tersebut sesuai dengan perhitungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan nilai penggantian Rp6 juta per hektar.
“Sebenarnya bisa juga kita ambil dari perhitungan produktivitas harga dikalikan dengan luas lahan, harga padi sebesar Rp 4.100 dikali 6,7 ton dengan luas lahan 305 hektare hasilnya hampir Rp9 miliar,” tambahnya.
Baca juga: Pasar Tradisional di Jatim Bakal Distandarisasi
Harmanto menambahkan, pemkab memutuskan menggunakan penghitungan berdasarkan AUTP agar tidak membebani pemerintah dan jumlah petani yang sangat banyak. Pemberian bantuan pun tidak berupa uang melainkan dalam bentuk pupuk subsidi.
“Nanti penghitungannya kami akan membuat rinciannya, by name by address, sekiranya bulan Juli dan hanya yang terdampak saja seluas 305 hektare lahan,” pungkasnya.
Sebelumnya, banjir yang terjadi selama dua hari di pertengahan Maret 2019 lalu, telah mengakibatkan kerugian total Rp 9 miliar.
“Ada dua sektor penting yang rusak akibat banjir kemarin. Sektor pertanian dan infrastruktur,” tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni,
“Kalau pertanian yang terendam 1.700 Ha areal padi, yang puso atau gagal panen sebanyak 305 Ha,” terang dia. (nug/lna)

Leave a Reply