
JoSS, WONOGIRI – Jumlah orang meninggal karena bunuh diri di Wonogiri terhitung tinggi. Dari 290 orang ditemukan meninggal dunia di Wonogiri selama lima tahun terakhir, 96 diantaranya karena bunuh diri.
Tahun lalu terdapat 24 orang bunuh diri atau rata-rata ada dua orang bunuh diri tiap bulan. Mereka bertindak di luar akal sehat karena tipisnya iman yang didukung faktor ekonomi, penyakit, atau faktor lainnya.
Seperti dikutip dari Solopos.com, data dari Bagian Operasi (Bagops) Polres Wonogiri, Minggu (31/3), jumlah orang bunuh diri pada 2018 tersebut menurun tiga orang dibanding 2017 yang saat itu tercatat ada 27 orang bunuh diri.
Tahun itu merupakan puncak tertinggi kasus orang bunuh diri di Kota Sukses dalam rentang waktu 2014-2018. Peristiwa orang bunuh diri pada 2014 tercatat 12 orang, 2015 sebanyak 18 orang, dan 2016 ada 15 orang.
Hampir semua kasus dilakukan dengan cara gantung diri. Cara lain orang mengakhiri hidup yakni dengan menceburkan diri ke sungai dan ke laut. Total jumlah orang bunuh diri selama lima tahun itu mencapai 96 orang.
Baca juga: Masih Percobaan Pemegang SK CPNS Belum Tentu Diangkat
Angka itu hampir separuh dari jumlah orang yang ditemukan meninggal dunia pada rentang waktu yang sama. Pada masa itu ada 194 orang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam, tersetrum, tertimpa pohon, terpeleset di sawah/kebun, dan sebagainya.
Terdapat pula temuan kerangka manusia di area sumur bawah tanah yang akhirnya diketahui kerangka seorang perempuan yang menjadi korban pembunuhan.
Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Jaka Wibawa menilai fakta tersebut memprihatinkan dan harus segera dilakukan antisipasi untuk mencegah tindakan serupa dilakukan oleh orng lain..
Menurut dia orang sampai nekat mengakhiri hidup karena tak memiliki fondasi iman yang kuat. Faktor itu didukung berbagai masalah yang dihadapi, seperti ekonomi, penyakit, merasa tak diperhatikan, tak ingin merepotkan keluarga atau orang lain, kondisi geografis yang membuat orang bersangkutan berjauhan dengan tetangga sehingga tak bisa berbagi rasa dengan orang lain, dan sebagainya.
“Orang yang bunuh diri di Wonogiri mayoritas orang tua. Ada yang sakit menahun yang tak kunjung sembuh akhirnya putus asa. Akhirnya menganggap bunuh diri adalah jawaban,” kata Jaka mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati. (Wiek/lna)

Leave a Reply