Bank Sampah Jadi Penyokong Perekonomian Warga Dukuh Tambakrejo

JoSS, SUKOHARJO – Sampah yang terbuang dan berserakan pada awalnya menjadi pemandangan memprihatinkan bagi warga Dukuh Tambakrejo, Desa Tirayan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Untuk mengatasi persoalan tersebut, warga kemudian membentuk bank sampah.

Keberadaan bank sampah pada akhirnya mampu menyokong perekonomian warga setempat. Sampah yang terkumpul dalam bank sampah tersebut adalah sampah anorganik.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tiyaran, Arimulat Budiwati, sampah anorganik yang dikumpulkan warga lalu dijual kembali hingga menghasilkan pemasukan bagi warga.

Jenis sampah yang bisa disetorkan antara lain kardus, duplex, botol air mineral, botol kaca, kertas, besi, wadah plastik, sak semen, pipa bekas, dan alat rumah tangga lainnya.

Selain itu, beberapa jenis sampah dapat didaur ulang menjadi kreasi yang dapat dimanfaatkan. Seperti tas dari bungkus kopi, bros, dompet, keset dari kain perca, lampion dari sendok plastik bekas, dan lainnya.

Baca juga: Sampah Bikin 3 Kapal Pesiar Bakal Ogah Berlabuh Di Lombok

“Dengan adanya kegiatan ini warga dapat mengurangi banyaknya sampah yang terbuang sia-sia,” kata Arimulat Budiwati, seperti yang dilansir darisolopos.com, Rabu (27/3).

Dia menambahkan, terhitung setiap tahun mencatat hampir 2 ton sampah anorganik yang dapat dikelola oleh Bank Sampah Seruni. Saat ini, menurutnya, perlu adanya kesadaran masyarakat yang tinggi agar bank sampah bisa berjalan secara konsisten.

Setiap warga diharapkan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, karena dampak sampah yang dibuang dengan cara yang tidak bijak akan dirasakan juga pada anak cucu.

Sampah-sampah anorganik seperti plastik butuh puluhan bahkan ratusan tahun agar dapat terurai. Akan menjadi permasalahan yang besar apabila warga tidak melakukan sesuatu untuk menghindari ancaman sampah yang dapat mencemari lingkungan.

“Kami terus menyosialisasikan pengelolaan sampah dalam rapat-rapat RT mau pun RW dukuh lain di Desa Tiyaran. Hal itu cukup menarik perhatian warga dan menyadarkan arti pentingnya kepedulian lingkungan yang salah satu solusinya adalah membentuk bank sampah di lingkungan masing-masing,”tambahnya.

Kepala Desa Tiyaran, Sunardi,mengimbau kepada ketua RT agar membentuk bank sampah di masing-masing wilayahnya. Pihaknya berharap masyarakat jangan membuang sampah sembarangan, utamanya di sungai. Sampah harus dikelola dengan baik.

“Sekarang bukan zamannya lagi bak sampah, tetapi bank sampah,” katanya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*