
JoSS, MADURA – Pulau Madura akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) garam. Sebab di pulau ini memiliki potensi yang cukup tinggi dalam produksi garam nasional.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) KEK Garam di Universitas Trunojoyo Madura mengatakan, Madura memiliki potensi besar dalam produksi garam. Mengingat selama ini Madura telah berkontribusi 60 persen dari total produksi garam nasional.
“Namun untuk menuju KEK Garam diperlukan dukungan dari banyak pihak termasuk Universitas Trunojoyo Madura (UTM) harus mampu menjadi pilar pengembangan Pulau Madura ini,” kata Emil Dardak.
Dia menambahkan, produksi garam di Madura masih membutuhkan teknologi tinggi yang mampu mengatasi masalah kerentanan terhadap kondisi cuaca. Misalnya seperti flow down technology system yang sedang diujicobakan.
“Kami berharap Madura ini juga bisa menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Garam yang memiliki science technopark atau taman teknologi yang menjadi rujukan daerah lain. Karena yang namanya PUI Garam ya harus di Pulau Garam,” imbuhnya.
Rektor UTM, Muh Syarif mengatakan, saat ini sudah ada 4 hektare lahan di Kabupaten Pamekasan yang diakusisi UTM untuk dijadikan sebagai fasilitas laboratorium terpadu. “Dari luas tersebut termasuk 1 ha lahan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang disinergikan dengan kami untuk pengembangan produksi garam,” kata Muh Syarif.
Baca juga: Pasar Tradisional di Jatim Bakal Distandarisasi
Sedangkan jumlah total produksi garam di Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Pamekasan capai 1.581 ton. Ini produksi garam yang dihasilkan dari 15 desa dengan luas total areal pengolahan garam adalah 913,5 hektare.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Pamekasan, Nurul Widiastutik mengatakan, di Kecamatan Galis, ada empat desa yang menjadi produsen garam. Yakni Desa Lembung, Polagan, Konang dan Desa Pandang, dengan luas tambak garam mencapai 458,6 hektar.
Kemudian, lanjut Nurul, di Kecamatan Pademawu, desa yang memproduksi garam tersebar di delapan desa, yakni Desa Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagagan dan Desa Baddurih dengan luas tambak garam mencapai 445,4 hektare.
“Sedangkan di Kecamatan Tlanakan, produksi garam di tiga desa, yakni Desa Tlesah, Tlanakan dan Desa Branta Tinggi dengan total luas tambak garam 9,6 hektare,” pungkasnya. (nug/lna)

Leave a Reply