
Joss, PATI – Lokasi kebakaran Pabrik Kacang milik PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk disterilkan. Tujuannya agar tidak membahayakan dan menjaga barang bukti sembari menunggu tim Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang.
Kapolres Pati, AKBP Jon Wesly, melalui Kasatreskrim AKP Andi Yusi Sukmana mengatakan rencana, hari ini, Kamis (18/4), petugas kepolisian akan kembali melakukan olah TKP.
Dia menambahkan, Satreskrim akan mendatangkan tim pusat laboratorium forensic (Puslabfor) sebagai tenaga ahli. Selain itu polisi telah meminta keterangan dari tiga orang saksi.
Menurut dia, Ketiganya memiliki wewenang seperti karyawan, HRD, dan tim teknik di pabrik tersebut. Meski saat pemeriksaan awal tersebut belum maksimal karena saksi masih dalam keadaan panik.
“Saat ini kami jadikan TKP sebagai status quo. Kami sterilkan sambil menunggu puslabfor melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian,’’ kata Kapolres Pati, AKBP Jon Wesly, melalui Kasatreskrim AKP Andi Yusi Sukmana, seperti yang dilansir dari suaramerdeka.com, Rabu (17/4).
Baca juga: Masjid Al Aqsha di Jerusalem Terbakar
Berdasarkan pantuan, kobaran api telah padam pada Rabu (17/4). Tetapi hingga sekitar pukul 12.30 WIB proses pendinginan masih terus dilakukan. Pasalnya kepulan asap masih terlihat dari beberapa titik bangunan.
Sebelumnya, kebakaran hebat menimpa pabrik kacang Garuda di Jalan Raya Pati-Juwana KM 2.3, Desa Sarirejo, Kecamatan Kota, Selasa (16/4). Sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Pati, Kudus, Jepara, PT Garuda Food hingga armada water canon milik Polres Pati didatangkan untuk memadamkan.
Kebakaran diduga dari pendeteksi logam yang kemudian merambat di gudang packing. Di dekat gudang itu terdapat sejumlah tabung besar penyimpanan gas yang rawan meledak, namun gas-gas tersebut bisa diamankan.
Dia menambahkan, saat ini polisi fokus untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP yang awalnya akan digelar Selasa (16/4) tertunda lantaran kondisi TKP yang masih cukup panas.
‘’Jadi Selasa sudah melakukan olah TKP tapi karena belum maksimal kami lanjutkan lagi pada Rabu (17/4) ini,’’ terangnya. (nug/lna)

Leave a Reply