Drama Jalan Salib di Gereja Bongsari Bikin Umat Menangis

Gereja
Drama Jalan Salib di Gereja Bongsari Semarang | Foto: liputan6

JoSS, SEMARANG – Tepat pada hari Jumat Agung, umat Katolik Gereja Theresia Bongsari menampilkan drama jalan salib yang menggambarkan kisah sengsara hingga wafatnya Yesus Kristus.

Spontan kisah yang mengharukan itu membuat banyak umat yang meneteskan air mata menyaksikan drama penyaliban yang digelar dalam rangkaian perayaan Tri Hari Suci itu.

Bahkan ketika penyaliban dan penyiksaan dilakukan dengan memaku tangan Yesus, banyak umat yang terdiam akibat adegan yang mencekam itu.

“Menjadi tidak tega ketika Yesus disiksa dan dipaku dengan kedua tangannya bahkan diturunkan untuk dimakamkan melihatnya menjadi tidak tega,” ujar salah seorang umat, Maria Vera seperti dirilis Tribunjateng.com.

Kepala Paroki St Theresia Bongsari, Rama Eduardus Didik Cahyono SJ, mengatakan drama Jalan Salib  diselenggarakan oleh umat wilayah Paroki Boja di Bongsari berbeda dari biasanya.

Baca juga: Penggratisan SD dan SMP Swasta Semarang Perlu Kajian Mendalam

Hal ini karena para pemain mengenakan baju tradisional Jawa, tidak seperti di Timur Tengah saat itu.

“Kalau tahun sebelumnya juga dilakukan prosesi yang sama tetapi kostumnya lebih ke Romawi tetapi sekarang berbeda yakni dengan mengenakan kostum Jawa,” tambahnya.

Adapun dari makna jalan salib ini, imbuhnya, ingin mengenangkan perjalanan salib Jesus Kristus bahwa Jalan Salib itu dimaknai bukan merupakan hukuman namun salib sebagai bentuk tanda cinta Tuhan kepada manusia.

“Ketika Tuhan ingin menyelamatkan manusia dan membimbing hidup manusia namun justru yang terjadi justru penolakan, hingga kemudian harus menanggung salib, namun ketika salib itu dipanggul oleh Yesus ini bukan lagi sebagai hukuman manusia namun itu justru menjadi tanda cinta Allah yang tidak pernah menyerah sekalipun manusia menolak cinta Allah, Allah akan mencintai manusia dan menyelamatkan,” pungkasnya. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*