JoSS, ITALIA – Petugas penjaga sebuah resort pribadi di Cala Romantica menemukan seekor ikan paus jenis sperma tewas di bibir pantai Sardinia, Italia. Sebuah tim ilmuwan di Italia mendapati ikan paus malang itu sedang mengandung, namun di dalam perutnya juga ditemukan 22 kilogram sampah plastik.
Dikutip dari telegraph.co.uk, ikan paus sperma itu ditemukan pada akhir pekan lalu terdampar pada bebatuan di tepi pantai oleh petugas penjaga sebuah resort pribadi di Cala Romantica dekat kota Porto Cervo.
Anggota pemadam kebakaran setempat menggunakan peralatan berat untuk mengangkut ikan paus sperma itu yang memiliki panjang 8 meter ke dalam sebuah truk. Ikan itu lalu dibawa ke daratan untuk dilakukan pembedahan.
Proses pembedahan terhadap ikan paus muda itu dilakukan oleh sejumlah dokter hewan dan ilmuan dari Sassari dan Universitas Padua. Mereka terkejut saat mendapati ikan paus itu bukan hanya sedang hamil, tetapi juga tak mampu memberi makan janinnya karena perutnya dipenuhi plastik yang dia telan.
Lembaran-lembaran plastik tersebut setelah ditimbang total seberat 22 kilogram. Dalam perut ikan paus sperma itu diantaranya ditemukan jaring nelayan, terpal, banyak kantung plastik hitam dan sekantong deterjen yang masih ada labelnya.
Sepertiga isi perut ikan paus sperma itu sisanya berisi cumi-cumi dan sisa makanan yang dikonsumsinya.
“Sangat dramatis menemukan janin ikan paus itu dalam kondisi seperti ini. Kami sungguh sedih dan ketika kami membuka bagian perutnya, kami menemukan isinya semua plastik. Kami telah menjadi saksi mata untuk kondisi yang sangat meresahkan dan menyedihkan ini,” kata Mattia Leone, ahli biologi laut.
Baca juga: Ular Piton Sambangi Kantor Gubernur Jateng, Kok Bisa
Rencananya dalam beberapa pekan ke depan, para ilmuwan akan melakukan uji teksikologi dengan mengambil sejumlah sampel jaringan tisu guna menentukan penyebab pasti tewasnya ikan paus tersebut.
Data WWF pada 2018 memperlihatkan lebih dari 95 persen sampah plastik mengapung di Laut Mediterania dan sampai ke bibir pantai. Jumlah lebih banyak sampah tersembunyi yang berupa fragmen-fragmen atau yang disebut microplastik
Hal serupa terjadi pada bulan lalu, seekor ikan paus yang mati kelaparan di Filipina membuat prihatin banyak orang. Pasalnya, dalam perut ikan paus itu ditemukan 40 kilogram sampah plastik.
Para aktivis menyebut hal ini sebagai salah satu kasus keracunan terburuk yang pernah mereka lihat. Kondisi ini juga telah membuat kelompok-kelompok pecinta lingkungan hidup melabelkan Filipina sebagai salah satu negara di dunia dengan pencemaran laut terbesar karena penggunaan plastik sekali pakai.
Dikutip dari alarabiya.net, polusi akibat limbah plastik sudah sering menewaskan hewan-hewan liar seperti ikan paus dan kura-kura yang menelan sampah plastik.
Kematian ikan paus dengan sampah plastik seberat 40 kilogram itu menambah daftar panjang kematian hewan akibat polusi yang terjadi di Filipina. Ikan paus itu ditemukan terdampar tak bernyawa di wilayah selatan Provinsi Lembah Compostela. (lna)

Leave a Reply