JoSS, SEMARANG – Menulis puisi bagi masyarakat awam, sering dianggap sebagai hal yang rumit dan hanya bisa dilakukan kalangan penyair. Rumit di sini adalah terkait penulisan kata-kata puitis. Sebab tidak mungkin puisi berisi kata-kata yang lebih cepat dipahami semua pembaca.
Menurut penggiat sastra di kota Semarang, Dwi Nikmatika Roma atau akrab disapa Dwi NR, bahwa karya puisi adalah karya yang berisi kata-kata beribu makna. “Jadi pembaca akan merasakan makna yang berbeda dengan pembaca lainnya saat membaca satu karya puisi,” kata penggiat sastra yang tinggal di Kaliwungu, Kendal ini.
Akan tetapi untuk bisa menulis puisi juga membutuhkan sebuah proses panjang. Walau pun sebenarnya bisa dimulai dengan cara mengikuti aturan di bawah ini:
1. Tulis Apa yang Dirasakan dalam Bahasa Biasa
Tulis terlebih dulu apa yang dirasakan. Bisa cinta, marah, benci, sedih, bahagia, bersyukur, ke dalam sebuah kalimat berbahasa biasa. Bahasa biasa adalah bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang yang membaca dan mendengar.
Baca juga: Tips Merawat Koleksi Kaset Pita
2. Pikirkan Kata-kata Bermakna dari Tulisan Tersebut
Selanjutnya, setelah ungkapan ditulis dalam bahasa biasa, baru memikirkan kata-kata bermakna dari tulisan tersebut. Jika masih bingung, rajin-rajinlah membaca kamus bahasa, sehingga akan mendapatkan kata-kata dalam bahasa simbol (bermakna). Sebagai contoh, ketika akan menulis kata lain dari kata: angin, adalah: bayu.
Namun angin, bisa juga dimaknai sebagai bencana, sehingga digunakan kata: prahara, atau badai. Kita bisa melihat kata lain yang maknanya sama dengan kata-kata berbahasa biasa itu, dengan googling sembari mengetik: sinonim dari (kata yang dimaksud). Setelah diklik, akan diperoleh deretan kata sinonim dari kata yang dimaksud tadi. Tinggal dipilih mana yang terlihat indah atau menarik.
3. Susun Kata-kata Bermakna dalam Puisi
Setelah semua kata telah diolah menjadi kata-kata dalam bahasa penuh makna, maka tinggal disusun menjadi sebuah karya puisi yang menarik. Jangan lupa cantumkan nama penulis dan nama kota atau tempat, juga tanggal pembuatan puisi tersebut. (nug/lna)

Leave a Reply