Borobudur Diterjang Angin Ribut, Belasan Rumah Rusak Parah

JoSS, MAGELANG – Sejumlah pohon tumbang dan belasan rumah rusak akibat hujan deras disertai angin ribut di wilayah Desa Karanganyar dan Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto di Magelang, Jumat, mengatakan sekitar pukul 14.15 WIB terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang di wilayah Kecamatan Borobudur.

“Hujan disertai angin kencang di Dusun Ngadiwinatan dan Desa Karanganyar tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa kabel listrik serta kerusakan 14 rumah warga,” tambahnya seperti dirilis Antaranews.com.

Ia menyebutkan 14 rumah di Dusun Ngadiwinatan mengalami rusak ringan maupun rusak berat, yakni milik Sumaedi (60), Hamid Fattah (38), Sisdiyanto (50), Suprayitno (64), Sumpeno (60), Sudarto (67), Anwar (42), Mucholisachatun (45), Tanwir (72), Sugiyanto (36), Bahaudin (35) Sudarto (60), M. Husain (60), Abdul khafidz (65).

Baca juga: Gunakan Telescope Menikmati Borobudur Kini Bisa Dari Desa Nglinggo

Kemudian bencana yang terjadi di Dusun Kedok, Desa Ngadiharjo mengakibatkan pohon tumbang menutup akses jalan dan rumpun bambu menimpa jaringan listrik.

Bencana di Dusun Kalitengah, Desa Giritengah mengakibatkan pohon tumbang menutup akses jalan dusun, jaringan listrik putus dan rumah rusak ringan. Ia menyebutkan rumah Sunandar (45) tertimpa pohon, kemudian rumah Jumirin (48) dan rumah Ponco (35) atap dan genteng berhamburan.

Selanjutnya bencana di Dusun Mijil, Desa Giritengah mengakibatkan rumah rusak ringan milik Banduri (60).

“Penanganan pohon tumbang sudah selesai dilakukan dan kegiatan kerja bakti pembenahan rumah rusak akan dilakukan Sabtu (6/4)”, ujarnya.

Pemotongan dan menyingkirkan pohon tumbang dilakukan oleh BPBD bersama TNI, POLRI, relawan, dan warga setempat.

Sebelumnya, atau tepatnya pada Selasa (5/3) hujan disertai angin puting beliung juga terjadi di sekitaran Kabupaten Sleman. Akibatnya, ribuan genting dan asbes rumah masyarakat bertebaran, khususnya di sekitar Kecamatan Prambanan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, dampak sebagian besar terjadi kepada genting dan asbes di Dusun Totogan. Kejadian genting bertebaran terjadi di RW 05, utamanya RT 05 dan RT 66.

Di RT 05, terdapat setidaknya 3.600 genting dan 43 asbes dari 12 rumah warga yang bertebaran. Di RT 06, terdapat 850 dan 10 lembar asbes dari empat rumah bertebaran. Itupun belum menghitung dampak ke krepus atau wuwung.

Plt Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, rata-rata kerusakan yang menjadi dampak angin puting beliung memang merupakan genting dan asbes. Selain itu, ada pula pohon-pohon tumbang. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*