Bentuk Kawasan Ekonomi Terintegrasi, Baciro Petakan Potensi Ekraf

JoSS, JOGJA – Warga Kelurahan Baciro, Gondokusuman Kota Jogja mulai melakukan pendatan potensi baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) hingga produk kerajinan di masing-masing wilayah. Hal itu untuk mempersiapkan didirikannya sentra Ekonomi Kreatif (Ekraf) Baciro.

Lurah Baciro Sulasmi mengatakan warga sangat ingin terlibat dengan rencana pembangunan kawasan bisnis terintegrasi untuk mendukung sentra ekraf di wilayahnya. Warga sangat antusias menerimanya.

Bahkan mereka juga berharap bisa terlibat baik dalam proses pembangunan hingga menjadi bagian dari kawasan sentra Ekraf tersebut.

Dia menambahkan sambil menunggu keputusan tersebut, warga di setiap RW melakukan pendataan. Pendataan dikhususkan pada potensi Ekraf dan UKM yang dimiliki setiap RW.

Ketersediaan data tersebut diharapkan bisa membantu pemkot untuk menentukan keterlibatan warga dalam pembangunan dan beroperasinya kawasan bisnis tersebut.

“Kalau dibangun bisa jadi tukangnya, kalau beroperasi bisa ikut andil sesuai potensinya. Yang jelas warga berharap bisa ikut andil,” katanya, seperti dikutip dari HarianJogja, Kamis (18/4).

Baca juga: Pangkas Rantai Distribusi, Jogja Bakal Bikin Grosir Pangan

Menurut Sulasmi, potensi Ekraf dan UMKM di wilayah Baciro sendiri cukup banyak. Hanya saja, belum tentu potensi yang ada bisa diterima atau masuk ke sentra kawasan bisnis tersebut.

Jika saja kriteria ekraf sudah jelas, katanya, maka kelurahaan juga akan terlibat aktif untuk mendorong pelaku ekraf menyiapkan diri.

“Kalau saat ini memang belum ada persiapan karena belum ada kriterianya. Kami masih menunggu, meskipun warga, pak RT dan pan RW sudah mengusulkan agar bisa diprioritaskan,” katanya.

Terkait rencana pelatihan, Kelurahan akan berkordinasi dengan dinas terkait. Sebab ada batasan kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kelurahaan.

“Misalnya pelatihan sopir, itu menjadi kewenangan dinas. Tidak bisa dilakukan oleh kelurahan. Tapi kami masih menunggu kejelasan dari konsep ekraf yang dihadirkan nanti,” katanya.

Untuk diketahui, Pemkot Jogja berkerja sama dengan PT. Patrajasa akan membangun Jogja sebagai kawasan bisnis terintegrasi untuk mendukung sentra ekraf di Jogja. Pusat Ekonomi Kreatif bagi pelaku UMKM itu rencananya akan dibangun di lahan seluas 3,9 Hektare di wilayah Baciro, Gondokusuman.

Lokasinya, berada persis di sebelah Barat SPBU Lempuyangan. Lokasi tersebut selama ini digunakan sebagai tempat menyimpan tabung gas elpiji milik Pertamina.

Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan kawasan tersebut selain menjadi sentra ekraf juga menjadi wadah bagi proses pengembangan seni dan budaya masyarakat Jogja. Termasuk menjadi destinasi wisata baru bagi para wisatawan.

“Ini tidak lepas dari upaya Pemkot mengembangkan pariwisata dengan prinsip Gandeng Gendong. Warga Jogja juga harus merasakan manisnya iklim pariwisata yang semakin kompetitif,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*