[widget id="text-5"]

Belasan Anak Penyandang Disabilitas Dilatih Servis Handphone

JoSS, MAGELANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) memberikan pelatihan keterampilan dasar servis handphone kepada 15 anak penyandang disabilitas rungu wicara di BLK Kota Magelang.

Pelatihan yang berlangsung selama sepekan sampai Senin (29/4) mendatang ini untuk menggali potensi ketrampilan penyandang disabilitas.

Kepala Dinsos Kota Magelang, Hadi Siswantono mengatakan, pelatihan ini program tahunan dengan sasaran anak penyandang disabilitas rungu wicara usia 16-18 tahun. Ini sebagai upaya desiminasi Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas dan hak anak.

“Pelatihan ini berguna untuk penggalian potensi keterampilan yang dimiliki anak penyandang disabilitas, sebagai upaya dukungan kesempatan bagi anak penyandang disabilitas agar bisa berkarya dan berkreasi,” ujar Hadi Siswantono, seperti yang dilansir dari suaramerdeka.com, Jumat (26/4).

Hadi menambahkan, kegiatan ini dipandu oleh penyuluh sosial yang berkolaborasi dengan instruktur tenaga kerja dan pendamping dari SLB YPPALB Putra Mandiri dan SLB Negeri Kota Magelang. Materi yang diberikan tentang kepercayaan diri yang disampaikan Dwi Ambar Pratiknyo (penyuluh sosial).

Baca juga: Dinas Pendidikan Solo Pastikan Jumlah Peserta UNBK SMP Tetap

“Lalu materi pengantar elektronika, dasar-dasar servis HP, dan praktik servis HP oleh Pitoyo dan Sunardi (Instruktur Tenaga Kerja). Selama pelatihan didampingi pendamping sebagai juru bahasa isyarat guna membantu komunikasi antara peserta dan pengajar serta instruktur,” tambahnya.

Dijelaskannya, anak penyandang disabilitas adalah anak yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan/atau sensori yang berpengaruh pada perkembangan mereka.

Anak penyandang disabilitas rungu wicara adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran, baik sebagian atau menyeluruh, dan biasanya memiliki hambatan dalam berbahasa dan berbicara.

“Pemkot Magelang senantiasa mendukung berbagai program terkait pemenuhan hak anak dan kualitas anak, tidak terkecuali anak penyandang disabilitas, melalui berbagai program kegiatan di OPD,” jelasnya.

Sementara Penyuluh Sosial Dinsos Kota Magelang, Dwi Ambar Pratiknyo menambahkan, wujud kepedulian Pemkot Magelang ini tidak lain untuk mewujudkan generasi yang cerdas, inovatif, dan berkualitas, walau pun mereka mempunyai keterbatasan.

“Anak penyandang disabilitas dapat meraih sukses dalam hidupnya bila mendapatkan kesempatan dan dukungan dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]