Banjir di Jombang Ganggu Aktivitas Pendidikan dan Perdagangan

JoSS, JOMBANG – Bencana banjir yang terjadi Jombang, Jawa Timur, telah mengganggu aktivitas pendidikan dan perdagangan warga setempat. Seperti yang melanda di SDN 2 Perak, Kecamatan Perak, Jombang.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa menggenangi fasilitas pendidikan tersebut. Air masuk ke dalam kelas dan musala sekolah. Kegiatan belajar mengajar 194 siswa diliburkan.

“Anak-anak hari ini belajar di rumah. Besok masuk sekolah kalau banjirnya sudah surut,” kata salah seorang guru SDN 2 Perak, Mujiati, seperti yang dilansir dari detik.com, Jumat (12/4).

Genangan banjir juga terjadi di Pasar Perak, Jalan Raya Perak, Jombang. Namun ketinggian air mulai berkurang menjadi 20 cm.

Akibat genangan banjir di Pasar Perak itu, banyak kios yang tutup. Sejumlah pedagang sibuk membersihkan lumpur sisa banjir.

Menurut pedagang Pasar Perak, Sri Wahyuni, banjir terjadi sejak Kamis (11/4) malam. Dia menambahkan, banjir di Pasar Perak sempat mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya, barang dagangan miliknya rusak terendam air.

Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, Banjir Genangi Jalan Kaligawe

“Jelas rugi saya, baju baru yang saya taruh di lantai kios otomatis basah. Saya harus kerja dua kali. Kira-kira Rp 5 jutaan kerugian saya,” ujarnya.

Banjir yang terjadi Jombang telah merendam lima desa di dua kecamatan. Kasi Kesiapsiagaan BPBD Jombang Gunadi menjelaskan, banjir di Kecamatan Perak terjadi akibat meluapnya Sungai Gude Ploso. Untuk mengurangi dampak banjir, warga berupaya membanguna bendungan darurat.

“Ini banjir luapan dari sungai Gude Ploso. Intensitas hujan saat itu cukup deras,” katanya.

Ia menambahkan, ada tiga desa yang terendam banjir di Kecamatan Perak. Yakni Desa Perak, Sumberagung, dan Sukorejo. Kemudian di Kecamatan Bandar Kedungmulyo banjir melanda dua desa yakni Kayen dan Tinggar.

Ketinggian air mencapai 40 cm. Sementara di desa lainnya, banjir hanya setinggi 20-30 cm menggenangi jalan-jalan kampung.

Banjir mengakibatkan aktivitas keseharian warga terganggu. Selain mengevakuasi barang berharga agar tak hanyut oleh banjir, warga juga melakuan upaya swadaya untuk mengurangi dampak banjir. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*