Diguyur Hujan Semalaman, Banjir Genangi Jalan Kaligawe

Jalan Kaligawe
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Akibat hujan deras senin malam (8/4), banjir menggenangi Jalan Kaligawe. Genangan banjir di ruas jalan tersebut mencapai 60 sentimeter dan masih terlihat Selasa pagi (9/4).

Banjir di Jalan Kaligawe telah menyebabkan arus lalu lintas kendaraan tersendat. Bahkan sejumlah kendaraan ada yang mogok.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Rubhan Ruzziyatno, banjir disebabkan meluapnya air di kawasan Kaligawe itu karena tidak berfungsinya pompa air di Kali Tenggang.

“Penyebabnya petugas lengah. Pompa air di Tenggang tidak dioperasikan karena sedang menjalani pekerjaan normalisasi. Saat itu, petugas mematikan pompa karena sedang melakukan pengecoran kolam,” ujar Rubhan, seperti yang dilansir dari semarang.solopos.com, Selasa (9/4).

Rubhan mengaku sudah menegor petugas yang melakukan pengerjaan normalisasi itu. Ia meminta proses pengerjaan dihentikan lebih dulu dan fokus dalam penanganan banjir.

“Harusnya mereka itu lihat situasi. Ini kan musim penghujan, prioritas penanganan banjir. Pekerjaan bisa dilakukan nanti lagi saat kemarau,” imbuh Rubhan.

Penyebab lainnya, lanjut Rubhan, lantaran salah satu anak sungai di Gebanganom membeludak. Air dari Gebanganom itu mengalir ke Kali Sringin dan Kali Tenggang yang pompa airnya tidak berfungsi.

Baca juga: Dinas Perdagangan Kota Semarang Utamakan Pedagang Aktif dan Pemilik Kios Lama 

“Di Kali Sringin itu ada lima pompa, sedangkan di Kali Tenggang enam pompa,” terangnya.

Rubhan mengaku sudah memanggil para petugas proyek. Ia pun meminta pompa air untuk difungsikan lagi.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng), Sudaryanto.  mengaku telah berkoordinasi dengan petugas BPBD Kota Semarang untuk segera menyedot genangan air yang ada di Jalan Raya Kaligawe.

Ia mendapati laporan bahwa banjir setinggi roda mobil. Kondisinya membuat aktivitas pengguna jalan tersendat.

“Kita sudah koordinasi dengan tim terkait. Dan jangka panjangnya, kita minta pengambilan air bawah tanah dikendalikan dulu. Supaya muka tanah tidak terus menurun. Apalagi di Kaligawe kan banyak industri,” ujar Sudaryanto.

Banjir yang menggenangi Jalan Kaligawe sudah menjadi persoalan klasik. Guna meminimalisasi banjir, Pemkot Semarang telah membangun sejumlah stasiun pompa. Selain itu meninggikan badan jalan dan tanggul, serta normalisasi sungai di sekitar Jalan Kaligawe. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*