Adiputro Bidik Ekspor Bus Ke Timur Tengah

Adiputro
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, MALANG – Sejumlah negara di Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika dan Amerika latin menjadi target market ekspor bus bikinan PT Adiputro Wirasejati, perusahaan karoseri di Malang. Rencana ekspor tersebut kini dalam tahapan negisiasi.

Direktur PT Adiputro Wirasejati David Jethrokusumo mengatakan pihaknya melirik negara-negara tersebut mengingat potensi pasar bus di negara-negara tersebut sangat besar. Begitu juga potensi penerimaan devisanya.

Dia menambahkan rencana ekspor bus ke negara-negara tersebut, semuanya dalam tahap pembicaraan dan negosiasi. “Problemnya dari sisi bentuk kendaraan karena kebanyakan negara-negara tujuan ekspor tersebut menggunakan setir kiri. Itu yang sedang kami bahas,” katanya, belum lama ini seperti dikutip dari Bisnis.

Menurut dia, masing-masing negara tujuan ekspor ada preferansi jenis-jenis chasis dan merknya. Termasuk dinegosisasikan juga harga dan juga masalah pengadaan chassisnya.

Masalah shipment, baik chasis masuk Indonesia ataupun nantinya dikirim ke negara tujuan ekspor masalah yang masih dinegosiasikan. “Jadi ya kami harus membuka jalur diskusi ke semua ATPM,” katanya.

Oleh karena itulah, pihaknya juga masih melakukan pembicaraan dengan ATPM-ATPM dalam negeri luar negeri terkait dengan pengadaan chasis dengan setir sebelah kiri. Jenis bus yang dibutuhkan, ada yang dengan ukuran 12 meter ke atas, ada juga yang medium bus dengan ukuran 8 meter.

“Belum diketahui secara persis, kebutuhan bus sebanyak diperuntukkan untuk apa. Namun informasi sementara, bus tersebut untuk kebutuhan untuk angkutan massal antarkota dan pariwisata,”

Meski begitu, dia optimistis, menjelang akhir tahun sudah ada titik terang dan Adiputro sudah dapat memulai memproduksi bus. Namun untuk tahap awal, diprediksikan produksi bus untuk ekspor dalam jumlah kecil karena merupakan produk contoh.

Baca juga: Dishub Jatim Terapkan Pembayaran Non-tunai Pada Bus AKDP

Jika buyer sudah cocok, maka bisa digenjot produksi sesuai dengan jumlah kontrak yang disepakati.

Adapun dalam perkembangan lain, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jatim II menerbitkan izin pengguna Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang pertama di wilayah kantor tersebut kepada PT. Adiputro Wirasejati, 9 April lalu.

Kakanwil DJBC Jatim II Agus Hermawan mengatakan pemberian fasilitas itu untuk mendorong peningkatan ekspor nasional. Fasilitas KITE diberikan untuk memfasilitasi perdagangan dan Industri. Dengan Fasilitas ini, dia berharap PT. Adiputro Wirasejati dapat merealisasikan ekspor bus ke manca negara.

Perusahaan KITE pertama yang izinnya diterbitkan oleh Kanwil BC Jatim II. “Kami akan terus melakukan penggalian potensi kepada perusahaan-perusahaan lain agar segera memanfaatkan Fasilitas yang diberikan oleh DJBC,” katanya dalam keterangan resminya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*