Waskita Bangun Rest Area Tol Pejagan-Pemalang di Bekas Pabrik Gula Brebes

rest area
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – PT Waskita Tol Road bersama konsorsiumnya akan membangun rest area di jalan Tol Pejagan –Pemalang tepatnya di bekas Pabrik Gula Banjaratama, Brebes. Tempat istirahat dan pelayanan (TIP) itu menelan investasi sebesar Rp250 miliar.

Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan bahwa keenam perusahaan itu terdiri atas BUMN dan anak usahanya yang tergabung dalam konsorsium tersebut mendirikan TIP yang berlokasi di KM 260.

Perusahaan yang berhimpun di dalam konsorsium tersebut adalah PT Waskita Karya Tbk., PT Pembangunan Perumahan Tbk., PT PP Properti Tbk., PT Jasamarga Properti, PT Perkebunan Nusantara IX, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Konsorsium itu mendirikan PT PP Sinergi Banjaratma dengan setoran modal awal sebesar Rp12,58 miliar.

Saat ini, katanya, pekerjaan konstruksi masih berlangsung dan diharapkan rampung pada Agustus 2019. “Kami usahakan Lebaran nanti sudah bisa beroperasi, tapi mungkin [fasilitasnya] tidak lenkap,” katanya seperti dikutip dari Bisnis.com belum lama ini.

Herwidiakto menjelaskan bahwa TIP di KM 260 itu akan menjadi landmark dari jalan tol Pejagan—Pemalang. Dia beralasan, TIP ini dibangun di lokasi yang istimewa, yaitu di Pabrik Gula Banjaratma. Pabrik gula berusia 175 tahun itu kini tidak lagi beroperasi.

Pengembangan TIP KM 260, lanjutnya, bakal menyerupai restorasi Pabrik Gula Tjolomadoe di Solo. Pabrik gula tersebut telah disulap menjadi wisata museum, ruang pertemuan, dan pertunjukan. Pengembangnya adalah PT Sinergi Colomadu, konsorsium yang terdiri atas lima BUMN.

Baca juga: ‘Resta Pendopo 456’ Rest Area Termegah Resmi Dibangun

Selain PT Waskita Toll Road, operator jalan tol yang gencar membangun TIP adalah PT Jasa Marga Tbk. Melalui anak usahanya yakni PT Jasamarga Properti, operator jalan tol pelat merah itu mengelola 27 TIP di lintas jalan tol Trans-Jawa.

Direktur Teknik PT Jasamarga Properti Tita Paulina Purbasari mengatakan bahwa hingga Februari 2019, perusahaan telah mengoperasiikan delapan TIP di lima ruas jalan tol, yaitu Palimanan—Kanci (1 TIP), Batang—Semarang (1 TIP), Solo—Ngawi (3 TIP), Ngawi—Kertosono (2 TIP), dan Surabaya—Mojokerto (1 TIP).

Tita menambahkan bahwa sebanyak enam TIP juga tengah dibangun dan sudah dibuka meski fasilitasnya terbatas. Keenam TIP itu berlokasi di ruas Batang—Semarang dan Solo—Ngawi.

“Kami menargetkan sebelum Lebaran sudah bisa beroperasi. Tidak semua rest area berukuran besar atau tipe A, tetapi ada juga yang kecil, tipe B,” ujarnya, belum lama ini.

TIP dibagi ke dalam tiga tipe sebagaimana diatur Peraturan Menteri PUPR Nomor 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol. Tipe A merupakan tipe dengan fasilitas paling lengkap dengan luas minimal 6 hektare, sedangkan tipe B minimal 3 hektare.

Fasilitas yang harus ada di dalam TIP tipe A yaitu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), anjungan tunai mandiri (ATM), toilet, klinik kesehatan, bengkel, dan kios. Selanjutnya minimarket, musala, restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana parkir. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*