
JoSS, SOLO – Tempat istirahat dan pelayanan (TIP) Resta Pendopo 456 di ruas Tol Semarang-Solo mulai di bangun. Diklaim menjadi rest area termegah dan terindah, tempat peristirahatan ini dilengkapi objek wisata dan ruang-ruang pamer produk mulai dari kuliner hingga souvenir.
Pembangunan rest area yang diprakarsai konsorsium Asta Property, PT Jasamarga Properti, dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan pada Senin (25/2) di KM 456 ruas Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah.
Direktur PT Astra International Tbk Bambang Widjanarko Santoso mengatakan TIP atau rest area tipe A ini dirancang dengan konsep berbeda laiknya sebuah destinasi yang dilengkapi obyek wisata, ruang kuliner, ruang ritel, ruang atraksi budaya, area terbuka hijau, area bermain dan edukasi.
Selain itu, lanjutnya terdapat pula fasilitas rumah ibadah berupa masjid, toilet, tempat parkir, SPBU yang beroperasi 24 jam, galeri seni, dan lain-lain. Resta Pendopo 456 terinspirasi panorama alam yang elok, membentang di sepanjang Tol Semarang-Solo.
Karena itu, desain arsitekturalnya dibuat ikonik yang terdiri dari lima bangunan utama berlanggam Joglo yang terinspirasi lima gunung yakni Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Ungaran.
Dia menambahkan Astra sebagai pemrakarsa menginginkan TIP terbaik, termegah, dan terindah di sepanjang Tol Trans-Jawa, khususnya Semarang. “Resta Pendopo 456 ini adalah kombinasi antara bisnis dan idealisme. Ini nantinya bakal menjadi ikon baru,” kata Bambang, seperti dikutip dari Bisnis.com, Selasa (26/2)
Menurut dia, berbeda dengan rest area lainnya, Resta Pendopo 456 sudah direncanakan dengan sangat matang, dan layak secara bisnis dan investasi. Tidak hanya dalam hal desain fisik bangunan melainkan juga keberlanjutan bisnis para peritel yang akan bergabung mengisi rest area ini.
Kendati demikian, kata Bambang, Resta Pendopo 456 akan memprioritaskan UMKM lokal di sekitar jalur Tol Semarang-Solo. Mereka yang terpilih adalah yang telah melalui tahap seleksi dan kurasi secara profesional.
Baca juga: Rest Area Tol Trans Jawa Bakal Ditambah Fungsinya Jadi Terminal Bus
Direktur Astra Property Nilawati Irjani mengutarakan hal senada. Menurutnya, pebisnis UMKM terbaik ini adalah mereka yang punya keinginan untuk maju, berdaya saing tinggi, dan mampu membayar biaya sewa.
“Nanti kami akan membina mereka dalam hal pemasaran, manajemen, pengelolaan bisnis, bagaimana packaging-nya dan lain-lain,” kata Nilawati.
Untuk diketahui lalu lintas harian rata-rata (LHR) Tol Semarang-Solo pada momen-momen puncak seperti mudik Lebaran bisa mencapai 100.000 kendaraan. Sementara di luar momen puncak atau hari biasa sekitar 41.000 hingga 42.000 kendaraan yang didominasi kendaraan Golongan I sebanyak 93 persen, sedangkan kendaraan logistik masih 7 persen.
Jumlah ini bakal melonjak signifikan jika Tol Layang Jakarta-Cikampek beroperasi. Pertumbuhannya bisa sampai 30 persen. Bisa dibayangkan betapa besar potensi perputaran uang dan perkembangan ekonomi di Tol Semarang-Solo dan sekitarnya, khususnya di seputar Resta Pendopo 456.
“Karena Tol Semarang-Solo tak hanya menghubungkan kota Semarang dan Solo namun perannya yang sangat strategis berada di tengah-tengah Tol Trans-Jawa,” ujar Direktur Administrasi dan Keuangan PT Trans Marga Jateng (TMJ) Novianto Dwi Wibowo. (lna)

Leave a Reply