JoSS, SLEMAN – Warung makan Bu Hari ini sangat langka dan unik. Warung Makan Berbagi miliknya yang menyatu dengan rumahnya di Jalan Gurameh Raya A-5, Perumnas Minomartani, Sleman ini sama sekali tidak ada kasir tempat membayar.
Semua yang datang, bisa mengambil sendiri nasi, lauk, sayur dan teh hangat, dan membayar suka rela seikhlasnya. Pembeli bisa langsung dimasukkan sendiri uang ke dalam kotak semampunya. Jangan khawatir, kalaupun Anda sedang tidak memiliki uang, tidak bayar juga tak masalah.
Warung makan Bu Hari ini mengingatkan pada kita bahwa masih banyak orang baik di dunia ini. Bu Hari, yang di masa tuanya mengabdikan diri sepenuhnya untuk berbagi dengan sesama.
Dalam menyajikan masakannya, wanita yang berusia 70 tahun lebih ini mengaku tidak mengunakan penyedap rasa dan zat kimia lainnya.
“Masakan rumah ini, Ndak pakai motto, Ndak pakai tetek bengek yang aneh-aneh,” ujar wanita yang sudah berusia kepala tujuh itu, seperti dirilis Bernas.id.
Baca juga: Pria Dibalik Geber Warung Pecel Lele Lamongan
Ia menjelaskan dari sejak dulu, sudah punya niat untuk berbagi dengan sesama. Dan setelah suaminya meninggal, niat ini makin menggebu-gebu. Alhasil, tanggal 2 Desember 2018 ia mulai membuka warung ini. Dananya dari hasil tabungan selama ini dan juga dukungan anak-anak yang sudah mentas semuanya.
“Kalau beras habis, langsung dikirim anak-anak saya. Pokoknya saya tidak masalah hasil dari kotak. Kosong juga tidak masalah. Kalau masakannya habis malah senang banget rasanya,” katanya.
Warung Berbagi hanya buka 3 hari dalam seminggu, yakni Senin, Rabu dan Jumat. Jam bukanya dari jam 9 pagi sampai 5 sore.
“Kalau hari lainnya saya olahraga, jalan-jalan muter kampung dengan teman-teman satu wilayah,” katanya.
Masakan Bu Hari dijamin enak dan sedap karena ia memang pintar masak. Menun yang disajikan bervariasi, mulai dari tempe goreng, ikan goreng, ayam goreng, kering tempe, bakwan jagung, oseng kacang panjang, bistik, sop, hingga sayur lodeh jantung pisang.
Tapi harap diingat, kalau makan harus dihabiskan. Makanya di warung ini banyak tertempel tulisan: makan sepuasnya, bayar seikhlasnya.
“Sebaiknya jangan ada yang disisakan waktu makan. Ingat, banyak sesama kita yg belum tentu sehari bisa makan sekali,” nasehat Bu Hari. (Wiek/lna)

Leave a Reply