JoSS, SURABAYA – Jalan Gubeng di Surabaya menurut rencana akan dibuka menjadi empat lajur. Namun kini baru dibuka dua lajur. Untuk pembukaan secara keseluruhan, tengah menunggu pemasangan keramik di kawasan pedestrian.
“Jadi sebenarnya secara struktur jalan itu sudah layak untuk dibuka. Jadi ini tinggal kasih keramik di pedestrian sebelah barat,” kata humas Balai Besar Jalan Nasional (BBJN), Wahyu P Kuswanda, sesuai yang dilansir dari detik.com, Senin (18/3).
Setelah dibuka, lanjut Wahyu, bukan berarti persoalan akan selesai. Karena setelah dibuka, jalan tersebut akan diserahkan ke BBJN.
Bahkan dari hasil rapat koordinasi, belum ditentukan kapan pastinya jalan akan dioperasikan penuh. Hal itu disebabkan, masing-masing pihak harus melaporkan hasil rakor dan survei hari ini.
“Pembukaannya secara pararel, di satu sisi tim ini (pemkot) akan melaporkan ke bu wali. Kami mau melaporkan ke BBJN dan dari BBJN melaporkan ke pak menteri minta izin secara resmi dibuka. Dari BBJN ngurus administrasinya ke pak menteri sementara dari pemkot melaporkan ke bu wali,” ujarnya.
Baca juga: Jalan Tol Trans Sumatra Ditarget Rampung 2024
“Jadi untuk kepastiannya hari pembukaannya belum. Yang jelas sambil menunggu waktu, keramik di pedestrian akan dibuka. Biar selesai sungguhan. Kan tidak mungkin, dibuka tapi keramiknya belum terpasang kan kurang lengkap,” ujarnya.
Persoalan lain terkait dibuka Jalan Gubeng adalah pengawasan terhadap jalan yang pernah ambles itu. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada penurunan tanah atau tidak.
Jalan Gubeng minimal dipantau terus selama dua tahun. Sambil selama dua tahun juga dilakukan perbaikan. Kalau misalnya itu mengakibatkan kerusakan akan segera diperbaiki.
“Jadi kalau penurunan lebih kecil dari 20 milimeter atau 2 cm maka BBJN akan menerima kembali dan menganggap Jalan Gubeng sudah normal. Kalau di atas itu penurunannya berarti masih belum normal,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Wahyu, usai mengadakan rapat koordinasi persiapan pengoperasian kembali Jalan Gubeng instasi terkait seperti Pemkot Surabaya, Kejari, Kejari, Polda Jatim, Polrestabes, PT Saputra Karya dan PT NKE melakukan peninjauan ke Jalan Gubeng. Tujuannya untuk melihat elevasi jalan saat ini.
“Guna melakukan survei bersama. Jadi sekarang itu tinggi jalan (elevasinya) berapa sehingga satu tahun, dua tahun ke depan bisa mengitung sejak hari ini,” terang Wahyu.
Sedangkan untuk pembukaan jalan, Wahyu meminta semua pihak untuk bersabar. Karena secara struktur jalan sebenarnya sudah sangat siap dioperasikan kapan saja. Hanya saja saat ini keramik pedestrian sebelah sisi kiri memang belum terpasang. (nug/lna)

Leave a Reply