Ternyata, Segini Pendapatan Pengemudi Gojek di Solo

pengemudi gojek
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SOLO – Berapa pendapatan pengemudi gojek di Solo? Anda ingin tahu? Penghasilan atau pendapatan rata-rata pengemudi Gojek di luar Jabodetabek, macam di kota Solo, dua kali lipat upah minimum kota (UMK) Solo 2019. UMK di kota Solo tahun 2019 adalah Rp 1.802.700,-, sementara pendapatan pengemudi gojek rata-rata adalah Rp 3,8 juta/bulan.

Hal ini terungkap dari paparan hasil riset Lembaga Demografi (LD) FEB Universitas Indonesia bertajuk Dampak Gojek terhadap Perekonomian Indonesia di 2018, Kamis (21/3), sesuai laman ldfebui.org.

Berdasarkan survei tersebut, sekitar 45 persen pengemudi Gojek mengaku penghasilan sebulan mereka Rp 3,5 juta-Rp 6 juta. Atau sekitar 27 persen  berpenghasilan Rp 2,5 juta-Rp 3,5 juta/bulan. Serta sekitar 12 persen yang mengaku berpenghasilan Rp 6 juta per bulan. dalam survei diketahui 75 persen pengemudi Gojek berusia 21-40 tahun.

Untuk tingkat pendidikan didominasi SMA ke bawah yaitu 86 persen dan 14 persen merupakan lulusan perguruan tinggi. Dari latar belakang, LD FEB UI menyebut 30 persen pengemudi Gojek sebelumnya menjadi karyawan di sektor swasta.

Ini berarti menurut LD FEB UI, bahwa Gojek telah memberi kontribusi Rp44,2 triliun kepada perekonomian Indonesia. Kontribusi itu mengalami lonjakan bila dibandingkan 2017 lalu yaitu Rp9,9 triliun.

Baca juga: Tarif Ojol Belum Final, Jarak Tertentu Bisa Rp10.000/5 Kilometer

Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi CK Walandouw menjelaskan, bahwa lonjakan kontribusi Gojek menunjukkan teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

“Gojek sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan,” kata Paksi, sesuai yang dilansir dari solopos.com, Sabtu (23/3).

Hasil riset menunjukkan kontribusi mitra Gojek terhadap perekonomian Indonesia yaitu mitra pengemudi Go-Ride (ojek online) Rp 16,5 triliun, mitra pengemudi Go-Car (taksi online) Rp 8,5 triliun, mitra UMKM Go-Food Rp 18 triliun, dan mitra Go-Life Rp 1,2 triliun.

“Kontribusi mitra UMKM Go-Food di 2018 naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2017. Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM Go-Food ini antara lain disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi Gojek yang digunakan oleh mitra UMKM Go-Food,” kata Paksi.

Ditambahkannya, dari survei diketahui 93 persen responden mitra UMKM menyatakan mereka go-online karena bermitra dengan Go-Food. Selain itu, 93 persen mitra mengalami peningkatan jumlah transaksi dan 55 persen mitra mendapatkan peningkatan klasifikasi omzet setelah bergabung dengan Go-Food.

“Peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usaha mereka. Hal ini ditunjukkan dari 85 persen responden yang menginvestasikan kembali pendapatannya ke dalam usaha mereka,” tandasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*