JoSS, SRAGEN – Di desa Kedungwaduk, Karangmalang, Sragen terdapar tanah bengkok tidak produktif. Pemerintah desa (pemdes) punya inisiatif mengajak para ibu rumah tangga merintis usaha jambu kristal yang memanfaatkan tanah bengkok itu.
Perlu diketahui, Kedungwaduk adalah desa di ujung barat daya Kecamatan Karangmalang. Desa berpenduduk 8.058 jiwa tersebut berbatasan dengan Desa Gebang Kecamatan Masaran di sebelah barat, Desa Pengkok Kecamatan Kedawung di sebelah selatan, Desa Wonorejo Kedawung di sisi timur, dan Desa Jurangjero Karangmalang di sisi utara.
Untuk mencapai desa Kedungwaduk, warga harus menempuh perjalanan 12 km dari kota Kabupaten Sragen, atau 11 km dari kota kecamatan Karangmalang.
Menurut Kepala Desa Kedungwaduk, Karangmalang, Edy Santoso, bahwa masyarakat Kedungwaduk bermata pencaharian sebagai pedagang di perantauan. Dari 2.500 keluarga, 60 persen merantau ke luar Sragen untuk berjualan alat perabot rumah tangga dan pedagang kasur keliling.
Areal pertanian tadah hujan di Kedungwaduk relatif sempit. Sehingga tidak menjadi daya tarik penduduk. Edy tertantang dengan kondisi daerahnya. Ia mencoba mengubah lahan yang tidak produktif seluas 1 hektare.
Tanah bengkok ditanami bibit jambu kristal untuk pemberdayaan masyarakat desa di Dukuh Plosorejo.
Baca juga: Lahan Hutan Sosial Jatim Siap Panen Bawang Putih
“Ada 5.000 bibit jambu kristal yang ditanam di lahan tak produktif itu. Penanaman jambu kristal dilakukan dengan menggandeng pusat industri jambu kristal di Karanganyar. Kami mengalokasikan Rp 20 juta untuk pengembangan jambu kristal,” ujar Edy, seperti yang dilansir dari solopos.com, Kamis (28/3).
Ia juga menggerakkan ibu-ibu rumah tangga, karang taruna, dan kelompok masyarakat lain untuk menanam jambu kristal di areal perkarangan masing-masing. Bahkan tanaman jambu kristal menjadi tanaman turus jalan.
“Kami nanti bisa panen jangka panjang, 2-3 tahun ke depan. Ya, desa ini menjadi Desa Jambu Kristal. Kami lebih fokus pada pemberdayaan. Kalau infrastruktur itu tak ada habisnya,” tambahnya.
Rencana lain adalah mengembangkan tanaman buah lain. Seperti anggur, pepaya, alpukat, dan lainnya. Edy berobsesi menjadikan Kedungwaduk sebagai desapenghasil buah.
“Ada 40 ibu rumah tangga yang ikut pelatihan pengelolaan produk jambu kristal di Karanganyar. Pemasarannya langsung ditampung di Karanganyar. Varian olahan jambu kristal yang bernilai ekonomis adalah es krim jambu kristal, jus jambu kristal. Sekarang hampir setiap rumah punya 10-15 batang jambu kristal,” pungkasnya. (nug/lna)

Leave a Reply