Penyakit Ginjal Ancam Usia Produktif

penyakit
Ilustrasi | Foto: halosehat

JoSS, SLEMAN – Ahli Penyakit Dalam UGM yang juga dokter di RSUP Dr Sardjito, Heru Prasanto menyatakan penyakit ginjal dinilai semakin mengkhawatirkan. Kini sering menyerang kelompok usia produktif, bahkan usia anak-anak.

Oleh karena itu, dia menekankan kepedulian dan kesadaran bersama untuk menekan angka penyakit ginjal. Menurut dia jumlah pasien gagal ginjal semakin banyak dan memerlukan penanganan yang bertambah banyak dan kompleks.

“Untuk itu, tahun ini kami menitikberatkan pada promosi dan preventif. Kalau kami bisa melaksanakan itu tentunya nanti pasien gagal ginjal tidak akan bertambah terlalu banyak,” kata Heru, saat konferensi pers di RSUP Dr Sardjito, Kamis (28/2).

Selain itu juga dilakukan promosi dan preventif untuk orang yang sudah terkena gagal ginjal. Jika sudah cuci darah, bagaimana meningkatkan kualitas hidup. Ada pilihan untuk kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien gagal ginjal yang sudah paripurna yakni cangkok ginjal atau transplantasi.

Ia mengungkapkan gaya hidup manusia sekarang menjadi salah satu penyebab penyakit gagal ginjak menyerang kelompok usia produktif. Aktivitas fisik yang kurang, bisa menimbulkan risiko terjadi gangguan ginjal. Setiap orang diharapkan mampu mengetahui risiko gangguan gagal ginjal.

Jika sudah menderita hipertensi atau diabetes biasanya risiko gagal ginjal tinggi. “Harus segera memeriksakan diri. Tidak kalah penting untuk memperhatikan batu ginjal yang sering dibiarkan karena belum merasa terganggu. Meski ringan harus segera ditangani,” tambah dia.

Baca juga: Musim Penghujan, Waspadai Penyakit Dari Kencing Tikus 

Heru mengungkapkan jika membicarakan penyakit ginjal, dua ginjal yang dimiliki manusia sangat vital fungsinya. Ginjal mempunyai daya kompensasi sangat tinggi, artinya rusak separuh pun tetap bisa bekerja. Di satu sisi sebagai anugerah, tetapi di sisi lain menjadi malapetaka karena deteksi dini terlewatkan.

“Sering sulit mendeteksi dini. Untuk itu sudah delapan tahun belakang, peringatan Hari Ginjal Sedunia mengampanyekan gerakan preventif gagal ginjal. Paling gampang memeriksa mutu urin. Jika ada protein di urin harus memeriksakan lebih lanjut fungsi ginjal,” ujarnya, seperti dikutip dari HarianJogja, Jumat (1/3).

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi RSUP Dr Sardjito, Iri Kuswadi mengatakan usia yang paling sering terjadi gagal ginjal pada usia produktif, yaitu 35 tahun-65 tahun meski begitu tidak menutup kemungkinan di usia anak-anak.

“Usia kurang dari 18 tahun sekarang sudah banyak, ada yang usia tiga tahun, empat tahun, lima tahun, dan sepuluh tahun itu banyak sekali kejadian sekarang gagal ginjal oleh karena hipertensi pada anak-anak,” ucapnya.

Iri mengatakan pendorong banyaknya jumlah penderita penyakit ginjal dikarenakan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik hampir 52% penyakit ginjal karena itu dan kedua dikarenakan hipertensi yang tidak terkontrol sekitar 40%.

Untuk penanganan ginjal selain cuci darah atau hemodialisis di Rumah sakit juga ada Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), tetapi dinilai paling efektif dengan transplantasi. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada pemerintah untuk lebih mengedepankan metode transplantasi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*