
JoSS, SOLO – Kondisi kandang pelikan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo yang sudah tua, memaksa Manajemen TSTJ untuk memperbaiki kandang tersebut. Bukan cuma kandang, tetapi juga kolam burung pelikan.
Kandang tersebut sejak 1994 belum pernah direnovasi. Menurut Direktur TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, bahwa perbaikan atau renovasi itu karena kandang sudah tua, juga ada penambahan burung pelikan dari Kebun Binatang Ragunan.
Baca juga: Untung Penghuni Baru Taman Jurug Yang Lagi Ngehits
“Nanti kolamnya rencana sudah jadi seminggu lagi. Prosesnya sudah berlangsung dari kemarin-kemarin. Kandangnya kan bangunannya sudah tua, lalu ada tambahan burung pelikan juga. Totalnya sekarangan jadi enam ekor. Jadi dibutuhkan pelebaran kandang. Agar satwanya bisa lebih nyaman,” ujar Bimo, seperti yang dilansir dari solopos.com, Sabtu (30/3).
Guna perbaikan kandang dan kolam burung pelikan, manajemen TSTJ Solo telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 90 juta. Anggaran itu diambil dari dana pemasukan TSTJ. Menurut Bimo, untuk kolam, akan dilebarkan hingga ukurannya menjadi 15 meter x7 meter.
Sementara itu Dewan Pengawas TSTJ Solo, Sutarto mengatakan, perbaikan kandang pelikan sangat dibutuhkan.
“Sejak dibangun, hanya mengalami tambal sulam perbaikan kandang saja. Oleh karena tidak layak lagi, maka di 2019 diputuskan untuk diperbaiki. Sesuai dengan kemampuan TSTJ. Tentu perbaikan ini merupakan langkah bagus. Karena bangunan tua yang dirobohkan akan diganti menjadi bangunan kandang yang lebih bagus,” papar Sutarto.
Koleksi burung pelikan di TSTJ Solo itu didatangkan tahun 2017 lalu. Setelah sebelumnya bertukar satwa dengan Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Saat itu TSTJ Solon mengirimkan dua pasang walabi atau kangguru tanah ke Ragunan.
Sedangkan dari kebun binatang Ragunan mengirimkan ke TSTJ sitatunga kapibara dan tiga ekor burung pelikan. Bukan hanya kebun binatang Ragunan yang memberi koleksi satwanya ke TSTJ. Tetapi juga Kebun Binatang Bandung. Dari Bandung memberi seekor beruang betina, dua ekor rusa timor jantan, dan satu ekor rusa timor betina.
Tak ketinggalan saat itu ada kiriman sepasang unta punuk satu dari Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. (nug/lna)

Leave a Reply