Perankan Gundala Abimana Merasa Seperti Lihat Lahiran Anak

Abimana
Abimana Aryasatya | Foto: instagram

JoSS, JAKARTA – Memerankan tokoh utama dalam sebuah film tentu tak mudah. Demikian yang dihadapi Abimana Aryasatya yang dipilih sebagai pemeran pahlawan super Indonesia, Gundala.

“Perasannya senang, tapi juga takut seperti melihat lahiran anak,” ujar sang aktor berusia 36 tahun itu di Jakarta, Selasa (19/3).

Abimana mengaku, aktingnya sangat terbantu oleh arahan Joko Anwar sebagai sutradara dan penulis skenario. Sebagaimana Abimana, pemeran tokoh Sancaka, nama asli Gundala kecil, Muzakki Ramdhan juga mengaku senang walau kelelahan.

Abimana dan Muzakki berbagi layar sebagai Sancaka. Sancaka atau Gundala adalah tokoh komik rekaan Harya Suraminata yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada 1969.

Total 23 komik sudah diterbitkan oleh Harya sepanjang hidupnya. Kini hak cipta Gundala dipegang oleh Bumilangit, rumah bagi lebih dari 1.000 karakter komik Indonesia. Film Gundala dijadwalkan tayang pada 2019. Film itu diproduksi oleh Screenplay Films, Bumilangit Studios, serta Legacy Pictures.

Baca juga: Ilusionis The Sacred Riana Laris Tawaran Film Horor

Abimana adalah salah satu aktor Indonesia yang mulai terkenal di era 90-an. Ia sebelumnya menyandang nama Robertino dan mengawali karir lewat perannya sebagai Nuno di serial “Lupus”.

Nama Robertino membuat Abi terpaku pada masa lalu. Hal ini mengingatkan pada sosok ayah yang tak pernah ditemuinya. Aktor yang juga akrab dipanggil Bima ini segera mengubah nama Robertino.

“Agar saya bisa melepas itu dan lebih memfokuskan energi untuk ke depan bukan balik ke belakang lagi, jadi saya memulainya dengan mengganti nama untuk melupakan hal yang telah lewat,” ujar aktor kelahiran 28 Oktober 1981 ini dalam sebuah wawancara.

“Percaya diri saya tumbuh saat memakai nama Abimana, bukan sekedar namanya saja sih tapi keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.”

Selain untuk melupakan masa lalu, ia juga mengubah nama demi kebahagiaan istrinya, Nidya Ayu, dan keempat anak mereka. Terbukti perubahan nama tersebut mengubah hidup sekaligus mendongkrak karir Abi di dunia akting.

Ia telah menyandang nama Abimana Aryasatya diantaranya sejak “Catatan Si Boy”, Republik Twitter, Dilema, “Belenggu”, 99 Cahaya di Langit Eropa hingga menggantikan Ariel Noah untuk peran Arai di film “Laskar Pelangi Sekuel 2 Edensor”.

Dalam FFI 2013, Abi meraih nominasi Aktor Utama Terbaik untuk film horor thriller, “Belenggu”. Namun Abi malah tak mengincar kemenangan di kategori itu. “Lebih baik enggak dapet, mau se-Asia atau apapun itu,” ujarnya. “Karena beban dan tanggung jawab besar, jadi ada standar-nya di film berikutnya.” (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*