Pembangunan Pintu Air Demangan Jebres Solo Dimulai

JoSS, SOLO – Pintu air Demangan yang baru mulai dibangun di sebelah Pendhapa Apem, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo. Pintu air ini menggantikan pintu air yang lama. Sejumlah petugas mulai mengukur dan memasang patok di lokasi tersebut.

Ada lima orang yang mengukur dari Pintu Air Demangan lama ke Pintu Air Demangan baru. Mereka mengukur dan menandai dengan memasang patok kayu dan menandai dengan cat semprot.

Menurut konsultan supervisi proyek Pintu Air Demangan baru, Sukamto, bahwa  saat ini masih proses tahap pertama. Proses itu sudah dilakukan sejak awal Maret. Salah satu prosesnya yakni dengan mengukur panjang sungai.

“Kami menghitung panjang sungai antara pintu air yang lama dengan pintu air baru yang akan dikerjakan nanti,” ujarnya, sesuai yang dilansir dari solopos.com, Selasa (19/3).

Baca juga: Bendungan Logung Masuk Tahap Impounding

Sementara itu, Lurah Sewu, Henoch Sadono mengatakan, sudah mendapatkan surat dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air lewat Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo pada Senin (11/3). Surat tersebut memberi tahu  dimulainya proses pengerjaan Pintu Air Demangan baru.

“Kami sudah mendapatkan surat sebelumnya. Isinya pemberitahuan proyek pembangunan pintu air Demangan yang baru akan dimulai,” kata Henoch Sadono.

Dia menambahkan, pemerintah kelurahan mendukung penuh pembangunan pintu air itu. Hal ini lantaran pintu air memberikan dampak berkurangnya potensi banjir di wilayah Kelurahan Sewu, selain itu keberadaan pintu air ini dapat dikembangkan menjadi tempat wisata.

“Kami tentu sangat mendukung proses pembangunan pintu air yang baru. Sebab memberikan keuntungan bagi masyarakat. Karena dengan adanya pintu air yang baru potensi bencana banjir akan berkurang. Selain itu juga akan mengangkat potensi lainnya, salah satunya di bidang wisata kota,” tambahnya.

Sementara anggota Sibat Kelurahan Sewu yang juga RT 001/RW 002, Sowijayan, Sewu, Budi Utomo mengatakan, dibangunnya pintu air yang baru akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Hal ini lantaran pintu air lama sudah dianggap kuno dan tidak bisa bekerja secara optimal, sehingga cukup membahayakan jika tidak segera diganti. Untuk itu pintu air baru sangat dibutuhkan. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*