Pedagang Barang Antik di Kota Lama Legowo Direlokasi

JoSS, SEMARANG – Pedagang barang antik di kawasan Taman Sri Gunting ‘legowo’ pindah dari lokasi semula mereka berjualan. Apalagi relokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi berjualan semula.

Ketua Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) Kota Lama Tri Lukito, mengakui jika pedagang siap mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh Pemkot Semarang. Rencananya, mereka akan digeser ke sekitar Asrama Polisi Militer (PM) Kota Lama.

“Kita dipindah karena lokasi tempat jualan kami yang saat ini memang mau direvitalisasi,” kata Tri kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (29/3).

Dijelaskan, tujuan awal para pedagang mendirikan pasar barang seni dan antik tersebut yaitu ikut mengangkat Kota Lama sebagai destinasi wisata yang lengkap. Pasalnya saat itu di kawasan ini belum ada pedagang sebagai penyedia jasa oleh-oleh dan cinderamata.

Nantinya sebanyak 36 pedagang Padangrani akan dipindah ke gedung yang berada di belakang Gereja Blenduk. Dengan demikian, lokasi pindahnya tidak terlalu jauh.

“Selaku warga negara yang baik, mengikuti peraturan pemerintah. Tujuan awal kita mendirikan pasar seni itu untuk mengangkat kota lama menjadi destinasi wisata yang lengkap,” katanya.

Hal itulah yang membuat para pedagang legowo untuk dipindah. Apalagi, selain dipindah, Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan Kota Semarang juga memfasilitasi mereka dengan gerobak yang juga baru.

Sebelumnya, pedagang juga diberi opsi apakah ingin di dalam atau di luar gedung. Dan pedagang lebih memilih di luar agar lebih leluasa.

“Kalau kemauan pribadi kita memang suka diluar. Karena bisa menjadi sarana edukasi pengunjung Kota Lama juga,” tukasnya.

Baca juga: Penataan Kota Lama Dikebut, Target Rampung Maret 2019

Menurutnya, ketika berada di dalam gedung, para pengunjung akan berfikir dua kali untuk masuk.

“Kalau di dalam gedung kan pasti membuat masyarakat yang datang juga ogah-ogahan karena kan pasti pikirannya masyarakat ketika masuk gedung itu seperti masuk ke sebuah pasar yang memang harus beli,” ujarnya.

Meski begitu, demi memperlancar proses revitalisasi Kota Lama, mereka legowo untuk dipindah ke dalam gedung atau di lokasi yang baru.

“Tetapi karena itu sudah menjadi program Pak Walikota Semarang, kita sebagai warga negara akan mengikutinya,” ujarnya.

Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan para pedagang lain untuk menginformasikan pemindahan mereka kepada para pelanggannya.

“Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan semua pedagang, pasar seni mau pindah ke dalam gedung,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto, mengatakan jika pemindahan para pedagang tersebut menunggu kepastian dari kontraktor pelaksana program revitalisasi Kota Lama. Meski begitu, lokasi pemindahan pedagang yang baru sudah dipikirkan matang-matang.

Sehingga lokasinya pun tidak jauh dari lokasi yang lama. Selain gedung, para pedagang juga sudah difasilitasi gerobag yang baru.

“Pada prinsipnya Pemkot Semarang tetap memanusiakan para pedagang tersebut, sehingga tidak kita geser jauh,” ujarnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*